Kogasgabpad dan Pemda Lombok Utara Serahkan Hunian Tetap RISHA di Desa Akar-Akar

Advertisement

Kogasgabpad dan Pemda Lombok Utara Serahkan Hunian Tetap RISHA di Desa Akar-Akar

KATAKNEWS.com
Rabu, 21 November 2018

RISHA TERBANGUN. Panglima Kogasgabpad Mayjen TNI Madsuni bersama Sekda Lombok Utara, Drs H Suardi dan jajaran Kogasgabpad usai penyerahan 10 unit RISHA di Desa Akar-Akar, Lombok Utara.(KATAKNEWS/Foto: Humaspro Pemda KLU)


LOMBOK UTARA, KATAKNEWS.com - Masyarakat di Dusun Temuan Sari, Desa Akar- Akar, Kecamatan Bayan, Lombok Utara berhasil membangun 10 Unit Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) tahan gempa.

Unit RISHA yang sudah selesai dan siap pakai itu, Selasa (20/11) diserahkan dalam seremoni penyerahan yang dilakukan Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) bersama Pemda Lombok Utara kepada masyarakat di Dusun Temuan Sari.

Penyerahan RISHA dilakukan Panglima Kogasgabpad, Mayjen TNI Madsuni bersama Sekda Lombok Utara, Drs H Suardi MH kepada Kelompok Masyarakat (Pokmas) Semeret 1 Dusun Temuan Sari, Desa Akar-Akar.

Kegiatan juga dihadiri Sekretaris BPBD Lombok Utara Evi Winarni, Kepala Desa Akar Akar, Akarman, Kepala Dusun se-Desa Akar Akar, dan pengurus Pokmas dan masyarakat setempat beserta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Akar-Akar, Akarman menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Kogasgabpad dan anggota jajaran, dengan selesainya pembangunan RISHA berkat bantuan TNI.

"Inilah rumah masyarakat kami di Dusun Temuan Sari bisa jadi dan bisa ditempati pada Pokmas Semeret 1, sebagai percontohan rumah Risha tahan gempa," katanya.

Ia menjelaskan, dalam proses pembangunan RISHA ini masyarakat di Desa mematuhi arahan pemerintah daerah untuk melakukan seluruh  petunjuk teknis pemerintah pusat, termasuk pembentukan Pokmas.

"Dari 30 Pokmas yang ada di Desa Akar Akar sudah kami SK-kan. Sisanya 17 Pokmas sedang proses pemindahan rekening dari individu ke Pokmas," tuturnya.

Akarman meminta kepada pengurus Pokmas yang hadir, agar 10 unit RISHA yang sudah terbangun bisa menjadi contoh bagi yang lain segera menyusul dalam proses mempercepat pembangunan.

Rumah tahan gempa itu merupakan hunian tetap pengganti rumah mereka yang rusak akibat gempa bumi yang melanda Lombok, Juli-Agustus 2018 lalu.

Dana pembangunan rumah menggunakan bantuan stimulan pemerintah untuk korban gempa.

Sekda Lombok Utara, Drs H Suardi, MH memaparkan, Lombok Utara merupakan daerah paling banyak rumah yang mengalami rusak berat, namun banyaknya bantuan masyarakat sehingga tak bersedih, lantaran ada bantuan dari semua pihak.

"Dengan bantuan itu, semua kami bisa menatap kehidupan mendatang lebih baik. Banyak dinamika yang kami hadapi termasuk responsif menyikapi bantuan stimulan pemerintah pusat," kata Suardi.

Ia juga mengapresiasi kinerja Kogasgabpad, karena dengan kehadiran TNI, sangat membantu masyarakat, mulai dari  gempa pertama sampai berakhirnya tugas Poskogasgabpad.

"Tentu kami tidak bisa membalasnya. Meskipun hari ini tugas Kogasgabpad berakhir. Namun kami berharap ke depannya, kita bisa bertemu dan saling membantu kembali," katanya.

Pangima Kogasgabpad Mayjend TNI Madsuni mengatakan, pembangunan 10 rumah RISHA di dusun itu diselesaikan dalam waktu 10 hari, dan melibatkan 10 prajurit TNI.

"RISHA ini sebagai percontohan untuk masyarakat Akar Akar dan Bayan pada umumnya. Nantinya kelanjutan pembangunan Huntap masyarakat dilanjutkan oleh Dansektor," kata Mayjen Madsuni.

Harapannya nanti setelah dibangun, lanjutnya, banyak masyarakat yang ikut membangun kembali rumah-rumah tahan gempa.

"Sejak tiga bulan, kami TNI melakukan penanggulangan. Mulai dari pengobatan bagi masyarakat, membersihkan puing-puing bangunan rumah dan lainnya," katanya. K24/*