Kenalkan Bazaar Mandalika, ITDC Tegaskan Komitmen Berdayakan Warga Sekitar Kawasan

Advertisement

Kenalkan Bazaar Mandalika, ITDC Tegaskan Komitmen Berdayakan Warga Sekitar Kawasan

KATAKNEWS.com
Minggu, 18 November 2018

PANTAI KUTA MANDALIKA. Kawasan pantai Kuta Mandalika di kawasan wisata The Mandalika Lombok Tengah, NTB. (KATAKNEWS/Istimewa)


LOMBOK TENGAH, KATAKNEWS.com - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata the Nusa Dua Bali dan the Mandalika Lombok - NTB, menegaskan komitmen ITDC untuk memberikan multiplier effect bagi masyarakat seputar kawasan sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan bagi wisatawan.

Komitmen ini ditandai dengan hadirnya kompleks Bazaar Mandalika seluas 2 hektar yang berkapasitas 303 lot dan telah siap beroperasi.

Bazaar Mandalika menjadi areal berdagang berupa kios/stall cindramata, kuliner dan jasa yang disiapkan untuk UKM yang tergabung dalam Asosiasi Asongan Mandalika dan masyarakat yang berdomisili disekitar areal KEK Mandalika.

Saat ini aneka makanan khas Lombok seperti Sate Rembiga hingga Ayam Taliwang dan kerajinan tangan khas Lombok sudah mulai berjualan di kios yang telah disediakan.

Di areal sekitar Bazaar juga dibangun juga areal parkir untuk kendaraan dan bus dengan daya tampung 513 mobil, 17 Bus dan 393 unit motor.

Lokasi mandalika Bazaar ini sangat strategis yaitu terletak diantara masjid Nurul Bilad  dan Kuta Beach park Mandalika yang sudah beroperasi.

Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer mengatakan, pembangunan Bazaar Mandalika dilakukan berdasar arahan Bapak Presiden Joko Widodo saat membuka operasional KEK Mandalika pada Oktober tahun lalu, dan saat ini sudah siap untuk diresmikan.

"Fasilitas umum ke empat yang telah disiapkan ITDC di kawasan the Mandalika ini, dibangun sebagai bentuk komitmen kami dalam memberikan multiplier effect bagi masyarakat seputar kawasan sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan bagi wisatawan,” kata Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer, Sabtu (17/11) di Mandalika.

Sebelumnya, ITDC telah membangun sejumlah fasilitas umum pendukung antara lain Masjid Nurul Bilad berkapasitas 4000 orang, jalan dalam kawasan sepanjang 11 km, arena bermain anak-anak, tempat bilas, loker untuk menyimpan barang, dan toilet, serta Balai Penyelamatan dan Pengamanan Wisata (BALAWISTA).

Kesiapan dan kelengkapan fasilitas di kawasan the Mandalika terbukti mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung.

Pada saat liburan Lebaran lalu, the Mandalika telah dikunjungi hingga 5.000 orang per hari.

Guna menambah kualitas kenyamanan bagi wisatawan, ITDC juga tidak hanya berfokus pada pembangunan dan penataan fisik, tetapi juga pembangunan kualitas masyarakat di sekitar kawasan atau desa penyangga, baik di the Mandalika maupun the Nusa Dua.

Beragam pelatihan dan pendidikan bagi warga sekitar rutin dilakukan oleh ITDC di setiap destinasi wisata yang dikembangkannya, seperti  pelatihan memasak, pelatihan sadar wisata, pemberian beasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata, pelatihan bahasa Inggris, sertifikasi pertukangan, serta pelatihan nursery.

“Peningkatan kapasitas masyarakat ini mutlak diperlukan agar masyarakat sekitar destinasi pariwisata yang kelola dapat merasakan manfaat secara langsung dan tidak hanya menjadi penonton dalam pengembangan kawasan," katanya.

Diharapkan melalui pelatihan yang diberikan, masyarakat dapat berperan aktif dalam pengembangan kawasan The Mandalika.

Beragam Capaian 45 Tahun ITDC

Selain itu, di usia ke 45 tahun ini, ITDC juga terus fokus untuk menunaikan tiga tugas utamanya yaitu percepatan pembangunan the Mandalika, optimalisasi the Nusa Dua, dan pengembangan destinasi pariwisata baru.

Pengembangan The Mandalika terus dipercepat dengan menarik investor untuk menanamkan modal dengan menawarkan sejumlah insentif.

Langkah ini terbukti berjalan dengan baik, tercatat hingga saat ini total investasi yang masuk the Mandalika telah mencapai Rp 17,7 triliun.

Investasi terbesar didapat dari Vinci Construction Grands Projets (VCGP) yang menempatkan investasi sebesar US$ 1 Milyar dalam 15 tahun ke depan guna mengembangkan Distrik Entertainment & Sport di kawasan The Mandalika, mencakup street race circuit.  

Pengembangan infrastruktur di kawasan the Mandalika juga akan makin gencar dengan dukungan pendanaan oleh Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) senilai total USD 248,4 juta melalui program Mandalika Urban & Tourism Infrastructure Project (MUTIP).

Sementara optimalisasi the Nusa Dua dilakukan dengan sejumlah penambahan fasilitas dan peningkatan kapasitas sejumlah fasilitas di dalam kawasan.

Pembaruan dan perbaikan tersebut antara lain mencakup pendirian Command Center, penambahan kamar hotel, pelebaran dan pengerasan jalan kawasan dan jalan tepi pantai, serta penambahan dan peningkatan fasilitas rekreasi di dalam kawasan seperti restoran, toko, beach club, dan area Waterblow.

Selain itu juga sedang disiapkan Theme Park Cartoon Network yang akan menjadi theme park pertama di Indonesia yang diharapkan mampu mendatangkan sampai 500 ribu pengunjung per tahun.

Perbaikan dan peningkatan fasilitas di dalam kawasan ini telah berkontribusi besar terhadap kesuksesan penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018.

ITDC juga tengah mengembangkan lini bisnis baru yaitu Destination Management Organization (DMO). Proyek yang tengah dikerjakan adalah proyek the Singhasari, Malang – Jawa Timur dan the Menjangan di Bali Utara.

The Singhasari yang telah menyelesaikan tahap masterplan, telah disetujui menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata baru-baru ini.

Penetapan ini merupakan wujud kepercayaan atas prestasi kerja dan rekam jejak ITDC sebagai pengembang kawasan KEK Pariwisata.

Sedangkan untuk pengembangan the Menjangan, ITDC telah menandatangani Head of Agreement dengan PT Amorsk Indonesia yang akan membangun  resort bintang 4 dan 6, serta dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) yang akan membangun lifestyle hub di kawasan ini.

DMO lainnya yang saat ini memasuki tahap pre-visioning adalah pengembangan kawasan pariwisata di Gabon yang berencana mereplikasi keberhasilan the Nusa Dua.

“Lini baru DMO yang kami kembangkan merupakan inovasi kami dalam menjawab kebutuhan pertumbuhan industri pariwisata di Indonesia. Dengan rekam jejak dan prestasi yang telah kami torehkan dalam mengembangkan the Nusa Dua dan the Mandalika, kami optimistis dapat membantu pengembangan destinasi wisata di Indonesia," kata Abdulbar.

Ia berharap langkah ITDC dalam mengembangkan pariwisata ini dapat membantu mewujudkan target kunjungan wisatawan asing sebanyak 20 juta di tahun 2019 sesuai target yang ditetapkan Pemerintah. K18/*