Ini Penjelasan ITDC Soal Plank "Dilarang Berjualan" di Pantai Kuta Mandalika

Advertisement

Ini Penjelasan ITDC Soal Plank "Dilarang Berjualan" di Pantai Kuta Mandalika

KATAKNEWS.com
Rabu, 21 November 2018

Bazaar Mandalika. Suasana malam di kawasan The Bazaar Mandalika, semakin menarik setelah ditata.(KATAKNEWS/Bara Elank) 


LOMBOK TENGAH, KATAKNEWS.com - Plank bertuliskan dilarang berjualan di areal pantai Kuta Mandalika, Lombok Tengah menuai kontroversi di media sosial.

Pihak Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengelola kawasan menyatakan, plank berisi imbauan itu dipasang demi keindahan dan kenyamanan di dalam kawasan.

Kepala General Affair ITDC, IGL Bratasuta mengatakan, plank yang dipasang oleh ITDC selaku pengelola kawasan The Mandalika, pada dasarnya bermaksud untuk sosialisasi dan mengedukasi para pedagang, pelaku UMKM, agar tidak berdagang sembarangan tempat tapi memanfaatkan areal yang sudah disediakan di dalam kawasan, yakni di kompleks Bazaar The Mandalika.

"Itu untuk imbuan dan edukasi pedagang yang ada di kawasan, agar memanfaatkan lapak yang tersedia di Bazaar Mandalika, dan tidak lagi berdagang keliling di dalam kawasan," kata Bratasuta, Rabu (21/11) saat dihubungi KATAKNEWS.com.

Ia menjelaskan, sebelumnya ITDC dan assosiasi pedagang di kawasan Mandalika sudah melakukan pertemuan dan berusaha maksimal mengarahkan para pedagang asongan di sana.

PLANK IMBAUAN. Ini plank imbauan yang dipasang ITDC di kawasan pantai Kuta Mandalika.(KATAKNEWS/Istimewa)

Sebagian besar pedagang sudah bersedia berjualan di lapak UMKM Bazaar Mandalika, namun sebagian lainnya masih mengambil kesempatan berjualan di kawasan pantai.

"Hal ini menimbulkan kecemburuan di antara para pedagang. Sehingga plank itu kami pasang," katanya.

Bratasuta mengatakan, pemasangan plank imbuan itu juga sudah melalui melalui tahap sosialisasi kepada para pedagang sebelumnya.

"Selain itu saya rasa kita semua menginginkan (tidak ada lagi) kesan pedagang asongan mengejar-ngejar wisatawan karena bisa mengganggu kenyamanan para wisatawan yang berada di kawasan The Mandalika," katanya.

Ia berharap dengan pemasangan plank tersebut, akan muncul kesadaran para pedagang, dan secara bertahap aksi berjualan di pantai dapat berkurang, dan bahkan tidak muncul lagi kesan yang mengganggu kenyamanan para wisatawan.

Dipaparkan, saat ini kawasan The Mandalika sudah menyediakan lokasi strategis untuk pengembangan potensi ekonomi masyarakat lokal di areal Bazaar The Mandalika.

Lokasi lapak UMKM yang dibangun di dekat kompleks Masjid Agung Nurul Bilad Mandalika, juga sangat strategis karena terletak di dekat areal parkir kendaraan, dan hanya berjarak sekitar 300 meter dari kawasan pantai Kuta Mandalika.

Sehingga, pengunjung dan wisatawan yang datang ke Mandalika pasti melintasi kawasan Bazaar ini, sebelum menuju pantai Kuta The Mandalika.

Di areal Bazaar tersedia lapak yang bisa menampung sekitar 200 pelaku UMKM, baik untuk kuliner, souvenir kerajinan, dan juga jasa-jasan lainnya.

"Dengan penataan lapak UMKM itu, maka kesan Mandalika akan semakin rapi dan nyaman, dan di lain sisi pedagang juga bisa menerima manfaatnya. Ini untuk kebaikan bersama," kata dia. K21