Gelar Gawe Beleq di Yogyakarta, Bupati Lombok Utara Ajak Mahasiswa Optimis Bangkit

Advertisement

Gelar Gawe Beleq di Yogyakarta, Bupati Lombok Utara Ajak Mahasiswa Optimis Bangkit

KATAKNEWS.com
Jumat, 23 November 2018

PENGHARGAAN. Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar juga menyerahkan penghargaan dan santuan kepada pihak keluarga almarhum Muhammad Rukman, Kamis malam (22/11) di sela Gawe Beleq IV di Yogyakarta.(KATAKNEWS/Foto: Humaspro Lombok Utara)


YOGYAKARTA, KATAKNEWS.com - Pemda Kabupaten Lombok Utara, Kamis malam (22/11) menggelar kegiatan Gawe Beleq IV di Monumen Serangan 1 Maret, kawasan Malioboro, Yogyakarta.

Kegiatan seni budaya itu sebagai wadah silahturahmi bersama pelajar dan mahasiswa asal Lombok Utara dan NTB di Yogyakarta.

Dalam acara tersebut, Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar juga menyerahkan penghargaan dan santuan kepada pihak keluarga almarhum Muhammad Rukman atau sering disapa Boni.

Relawan dari Mapala UII Yogyakarta tersebut yang meninggal dunia ketika melakukan kegiatan sosial kemanusiaan penanggulangan gempa di Lombok Utara pada Agustus lalu.

"Pemda dan masyarakat Lombok Utara mengapreasiasi dan berterimakasih atas kepedulian mahasiswa Yogyakarta yang sudah ikut peduli dan membantu Lombok Utara pasca dilanda gempa bumi," kata Bupati Najmul.

Bupati Najmul mengatakan, dalam menangani pasca bencana di Lombok Utara, tugas Pemda  dan seluruh komponen terkait yang utama adalah membangun optimisme membangun kembali Lombok Utara.

Ia mengajak para pelajar dan mahasiswa asal Lombok Utara di Yogyakarta juga saling membangun optimisme membangun Lombok Utara, dan menularkan optimisme itu ke masyarakat luas.

Menurutnya, saat ini upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencara terus dilakukan di Lombok Utara.

"Upaya percepatan proses pembangunan rumah hunian tetap (Huntap) juga terus berjalan," katanya.

Salah satunya dengan mengajak partisipasi dari pengembang melalui penalangan, sebelum pencairan bantuan stimulan.

Misalnya di Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, saat ini sudah ada rencana dari REI NTB, membangun 1000 rumah hunian tetap.

"Adanya upaya percepatan, diharapkan tahap rehabilitasi dan rekonsiliasi bisa kita percepat lagi, dan yakinlah bahwa apa yang kita bangun dapat kita wujudkan bersama untuk masyarakat," kata dia.

Pemda juga terus mendorong pembentukan Kelompok Masyarakat atau Pokmas yang mempermudah pertangggungjawaban individu-individu masyarakat terhadap bantuan stimulan dari pemerintah pusat.

Kini, jumlah pokmas terus bertambah setelah dibentuk secara partisipatif oleh warga terdampak gempa bumi.

"Tugas kita adalah mengetuk pintu langit, dengan harapan terbukanya pintu kemudahan di bumi," kata Bupati Najmul. K24