Gawe Beleq IV Lombok Utara Memukau Warga dan Wisatawan di Yogyakarta

Advertisement

Gawe Beleq IV Lombok Utara Memukau Warga dan Wisatawan di Yogyakarta

KATAKNEWS.com
Senin, 26 November 2018

GAWE BELEQ IV. Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar bersama pejabat OPD Lombok Utara saat menghadiri event Gawe Beleq IV di Yogyakarta.(KATAKNEWS/Foto: Humaspro Lombok Utara)

YOGYAKARTA, KATAKNEWS.com - Sejumlah atraksi seni dan budaya khas Lombok Utara dalam event Gawe Beleq IV bertema "Memule Ngasuh Gumi" yang digelar Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Lombok Utara (IPMLU), Kamis (22/11), di Monumen Serangan 1 Maret, kawasan Malioboro, berhasil memukau warga Yogyakarta dan wisatawan mancanegara yang sedang berwisata di Kota Gudeg itu.

Selain untuk mengenalkan keragaman budaya, kegiatan tahunan IPMLU yang didukung penuh oleh Pemda Kabupaten Lombok Utara, itu juga untuk mempromosikan potensi pariwisata Lombok Utara, sekaligus upaya recovery daerah itu pasca dilanda bencana gempa bumi.

Kegiatan dibuka oleh Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Akhyar SH, dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara H Muhammad, Plt. Kepala Dispora Lombok Utara Dr Fauzan, Kepala DP2KBPMD Drs H Kholidi MM, dan beberapa unsur OPD lingkup Pemda Lombok Utara, Para Camat dan BPD se-Lombok Utara, juga para mahasiswa yang tergabung dalam IPMLU beserta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Najmul mengatakan, acara tahunan tersebut efektif dalam memperkenalkan seni budaya Lombok Utara di pentas nasional.

"Yogyakarta dapat dikatakan Kota yang geliat kebudayaannya sudah menjadi sorotan mata nasional bahkan dunia. Dengan kita menggelar kegiatan di Yogyakarta sama artinya kita mempresentasikan kesenian kita di mata nasional dan dunia," katanya.

Menurut dia, kegiatan seperti ini perlu terus diagendakan karena dapat menampung kreatifitas pemuda Lombok Utara yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta.

Selain itu, dapat mempromosikan seni dan budaya Lombok Utara serta dapat menciptakan enterpreneur- enterpeneur sejati yang pada saatnya nanti dapat bermanfaat bagi  Lombok Utara.

"Saya berharap kegiatan ini dapat meningkatkankan jumlah wisatawan yang datang ke Lombok Utara," katanya.

Bupati mengapresiasi Pemda Yogyakarta yang telah memberikan tempat representatif dalam pelaksanaan acara tersebut.

"Hal ini merupakan wujud kerjasama yang baik antara Pemda Yogyakarta dan Pemda Lombok Utara," tutur Bupati Najmul.

Ratusan penonton menyaksikan Gawe Beleq IV di kawasan Malioboro, Yogyakarta.(KATAKNEWS/Istimewa)

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Utara, H Muhammad mengatakan, acara semacam Gawe Beleq tersebut diadakan secara bergilir di daerah lainnnya.

"Ke depan kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di Yogyakarta, saya berharap kegiatan Gawe Beleq juga dilaksanakan di Bandung, Jakarta atau daerah-daerah lainnya, guna memperluas promosi daerah," katanya.

Ia menambahkan, Lombok Utara sekarang sedang membangun geliat pariwisata di wilayah daratan dengan membangun infrastruktur dan melaksanakan acara seni dan budaya.

Hal itu dilakukan agar ada keseimbangan pengunjung yang menuju tiga Gili dan destinasi yang ada di darat serta memperbanyak pilihan destinasi yang dituju.

Gawe Beleq di Yogyakarta merupakan Gawe Beleq ke IV.

Gawe Beleq pertama kali diselenggarakan pada tahun 2015 dengan mengangkat tema "Rahayu Melbao" di Monumen Serangan Umum 1 Maret.

Kedua kalinya pada tahun 2016, bertema "Eling Sira Mhaling Wiwitan" di Lapangan Tastura Yogyakarta.

Dan ketiga pada tahun 2017 dengan tema "Kembang Rampe" kembali dilaksanakan di Monumen Nasional Serangan Umum 1 Maret.

Pada tahun ini GaweBeleq ke IV mengangkat tajuk "Memule Ngasuh Gumi".

Kegiatan Gawe Beleq diawali dengan kirab Bupati Lombok Utara dengan beberapa OPD serta mahasiswa yang tergabung dalam IPMLU, dari titik awal menuju halaman Museum Vredeburg menggunakan Andong.

Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar dan Kadisbudpar Lombok Utara, H Muhammad mengikuti kirab pembuka Gawe Beleq IV di Yogyakarta. (KATAKNEWS/Istimewa)

Di lokasi tersebut rombongan disambut Sekaha Gendang Beleq, kemudian berjalan menuju lokasi kegiatan, tepat di halaman Monumen Nasional Serangan Umum 1 Maret.

Ketua Panitia Penyelenggara Gawe Beleq, Wahyu berterimakasih kepada Pemda Lombok Utara.

"Kami berterimakasih kepada Pemda, karena telah sepenuhnya mendukung acara ini. Selain sebagai ruang berekspresi bagi pelajar Lombok Utara, Gawe Beleq ini juga sebagai media promosi seni budaya Lombok Utara," katanya.

Menurutnya, semua rangkaian kesenian yang tampil disesuaikan dengan tema yang diangkat.

Kali ini temanya kondisi yang dialami Lombok Utara yang ditimpa musibah Gempa Bumi.

Sementara itu, Ketua Umum IPMLU Raden Jaka Sarwadhamana menyampaikan perlu terus mempromosikan seni budaya Lombok Utara.

"Kami punya tanggung jawab untuk mempromosikan KLU di mata nasional juga internasional, karena telah dikukuhkan sebagai duta budaya Lombok Utara. Kami harus kreatif dalam merancang bentuk kegiatan yang menarik dan efektif dalam mempromosikan KLU," katanya.

PERISAIAN. Atraksi presean yang ditampilkan dalam Gawe Beleq IV di Yogyakarta.(KATAKNEWS/Istimewa)

Sebelum masuk pada acara inti, penonton disuguhi atraksi ritual Ngasuh Gumi.

Ritual ini bertujuan untuk "membersihkan" bumi supaya terhindar dari segala petaka atau musibah.

Kegiatan ritual, dipimpin Arnowadi yang juga merupakan Kabid Kebudayaan dan Tokoh Adat  Lombok Utara.

Acara semakin meriah saat penampilan atraksi Presean.

Terlebih ketika Bupati Lombok Utara dan Kadis Budpar beradu kemampuan dalam bermain presean.

Tak kalah menariknya, empat tarian secara memukau tampil dihadapan penonton, diantaranya Tari Ngalu Datu dan Tari Lang Lang hasil kreasi Koreografer Senior Lombok Utara Ibu Ayu Kartini yang berkolaborasi dengan Siswa SMAN 1 Bayan, dilanjutkan dengan tari karya dari seniman muda lulusan seni tari Yogyakarta, Dila dengan karyanya Tari Ngayoh Lebuan.

Kemudian Desak seorang koreografer yang mewarnai atmosfer sakral seni tari  bertajuk tentang ritual menyiuang  atau nyoyang.

Semua tarian yang ditampilkan merupakan tari kreasi yang memiliki nilai spiritual bagi masyarakat KLU.

Selain dimanjakan dengan kreasi tari penonton juga disuguhkan teaterikal puisi yang dibacakan Raden Jayawangsa.

Penonton masih belum beranjak dari tempat duduknya. Semakin larut, halaman tugu nasional justru makin banyak didatangi pengunjung, pada pementasan pamungkas yakni Drama Cupak Gurantang.

Secara terpisah di Yogyakarta, Sekda KLU Drs H Suardi MH mengapresiasi acara Gawe Beleq IV yang merupakan ikhtiar memperkenalkan seni, budaya dan potensi pariwisata KLU.

"Ke depan saya harap ada perencanaan yang lebih matang, berkolaborasi dengan OPD daerah lain, guna membangun mitra kepariwisataan," katanya. K24