Danone Indonesia dan Komunitas Dongeng Lombok Gelar Festival Dongeng di Museum NTB

Advertisement

Danone Indonesia dan Komunitas Dongeng Lombok Gelar Festival Dongeng di Museum NTB

KATAKNEWS.com
Sabtu, 17 November 2018

FESTIVAL DONGENG. Tim pendongeng Bintang Nutricia Danone Indonesia mengedukasi anak tentang nutrisi melalui dongeng, di Museum Negeri NTB. (KATAKNEWS/Istimewa)


MATARAM, KATAKNEWS.com - Danone Indonesia bersama komunitas dongeng Kerajaan Dongeng Lombok, menggelar Festival Dongeng Lombok 2018, Sabtu (17/11) di Museum Negeri NTB, di Kota Mataram.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Festival Dongeng Internasional Indonesia (FDII) 2018, yang diselenggarakan di enam Kota, termasuk Lombok.

External Communication for ELN & Medical Nutrition Danone Indonesia, Anindita Saraswati Dwiwinata menjelaskan, Lombok dipilih menjadi Kota terakhir dalam rangkaian Festival Dongeng Internasional 2018, untuk membantu upaya trauma healing bagi anak-anak korban gempa bumi.

Kota-kota lainnya yang juga sudah melakukan kegiatan serupa adalah Jakarta, Bandung, Bogor dan Surabaya.

"Kegiatan Ayo Dongeng dalam rangkaian Festival Dongeng Internasional tahun ini memilih Lombok agar bisa ikut membantu trauma healing bagi anak-anak korban gempa," katanya.

Baca Juga : Niken Zulkieflimansyah Minta Budaya Dongeng Dihidupkan Kembali

Ia menjelaskan, Bintang Nutricia merupakan komunitas dongeng para karyawan Danone Indonesia yang sudah aktif terlibat dalam kegiatan Festival Dongeng Internasional Indonesia (FDII) sejak 2015.

FESTIVAL DONGENG. Ratusan anak nampa gembira mendengarkan dongeng di Festival Dongeng Lombok, di Museum NTB. (KATAKNEWS/Bara Elank)

Isu yang diangkat dalam dongeng Bintang Nutricia lebih fokus kepada edukasi tentang nutrisi bagi anak-anak.

"Kita dari Bintang Nutricia punya kemauan khusus untuk mengedukasikan tentang nutrisi. Karena manfaat nutrisi ini bukan hanya untuk saat ini tapi sampai tahun-tahun mendatang hingga anak-anak ini dewasa dan meraih cita-citanya," kata Anindita.

Dipaparkan, kondisi nutrisi dan kesehatan dapat menjadi tantangan bagi masa depan anak-anak Indonesia, seperti salah satunya stunting—kondisi gagal tumbuh pada anak akibat malnutrisi kronis pada dua tahun pertama kehidupannya.

Penurunan angka prevalensi balita stunting dari 37,2% menjadi 30,8% (Riskesdas 2018) merupakan hasil yang positif dan tetap dibutuhkan berbagai edukasi berkelanjutan, baik bagi orang dewasa maupun untuk anak - anak agar kebiasaan makan yang baik bisa diterapkan sejak dini dan konsisten dilakukan secara terus menerus.

"Jadi selain trauma healing, kegiatan ini juga untuk mengedukasi tentang nutrisi," katanya.

Lebih dari 500 anak korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (17/11) meramaikan kegiatan Festival Dongeng Lombok 2018 yang merupakan rangkaian kegiatan Festival Dongeng Internasional 2018, di Museum Negeri NTB, di Kota Mataram.

Mereka berkumpul dengan gembira mendengarkan cerita-cerita para pendongeng dari komunitas dongeng "Kerajaan Dongeng Lombok" dan Bintang Nutricia.

Kegiatan dihadiri Ketua TP PKK NTB, Niken Saptarini Zulkieflimansyah, External Communication for ELN & Medical Nutrition Danone Indonesia, Anindita Saraswati Dwiwinata, Ketua Kerajaan Dongeng Lombok, Wawan, sejumlah guru SD dan para orangtua.

Dalam kesempatan itu, Hj Niken Saptarini Zulkieflimansyah juga didaulat memberikan dongeng pada anak-anak yang hadir.

Tentang Nutricia Sarihusada

PT Nutricia Indonesia Sejahtera (Nutricia) dan PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) berkomitmen untuk memastikan tingkat kehidupan yang lebih baik untuk generasi sekarang dan akan datang melalui pemenuhan nutrisi pada tahap awal kehidupan.

Nutricia dan Sarihusada percaya bahwa pemenuhan nutrisi sehat selama 1.000 hari pertama sejak kandungan hingga tahun ke-2 akan berdampak seumur hidup.

Di Indonesia, Nutricia berdiri sejak tahun 1987 dan Sarihusada sejak tahun 1954. Keduanya merupakan bagian dari Danone Nutricia Early Life Nutrition.

Danone adalah salah satu perusahaan makanan dan minuman terbesar di dunia yang memiliki misi memberikan kesehatan kepada sebanyak mungkin orang dan beroperasi di 160 negara dengan jumlah karyawan lebih dari 100.000 orang di seluruh dunia. K18/*