Belasan Hari Kapal Mangkrak, Budi Haryanto Makin Yakin Gugat AMNT ke Pengadilan Niaga

Advertisement

Belasan Hari Kapal Mangkrak, Budi Haryanto Makin Yakin Gugat AMNT ke Pengadilan Niaga

KATAKNEWS.com
Kamis, 15 November 2018

SIAP MENGGUGAT. Pengusaha asal Surabaya, Budi Hariyanto berencana menggugat PT AMNT lewat Pengadilan Niaga BKPM RI.(KATAKNEWS/Istimewa)


MATARAM - Belasan hari terhitung sudah, Kapal sejenis tangker yang disewa pengusaha asal Surabaya, Budi Hariyanto, seolah mangkrak di pelabuhan Sumbawa tanpa aktivitas.

Kapal yang sedianya digunakan untuk mengangkut Scrap (Besi tua dan barang bekas)   yang sudah dibeli dari PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT) yang kini menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) tidak beroperasi seperti seharusnya.

Pasalnya, ada dugaan PT AMNT menghalangi dan sengaja tidak memberikan scrap tersebut.

"Ini jelas membuat kami tambah rugi. Karena bertambah hari berarti bertambah pula biaya yang harus dikeluarkan, di luar perjanjian sewa kapal," kata Budi Haryanto, Kamis (15/11) di Mataram.

Kapal itu disewa Budi dengan tarif sebesar Rp490 juta.  Di luar itu, Budi sebagai pihak penyewa dikenakan biaya demorit, jika kapal tidak beraktivitas bongkar muat.

Biaya demorit yang ditanggung tidak sedikit, nilainya mencapai Rp25 juta per hari.

Biaya tambahan itu harus ditanggung untuk keperluan mesin genset kapal yang harus tetap hidup dengan kebutuhan BBM mencapai 4 ton per hari.

Baca Juga : Merasa Dirugikan, Pengusaha Surabaya Bakal Gugat AMNT ke Pengadilan Niaga

Menurut Budi, hingga 15 November, jumlah biaya yang harus ditanggung bisa mencapai Rp900 juta, sementara  upaya pihaknya mengangkut scrap dari PT AMNT masih belum ada kepastian.

"Sampai sekarang belum ada kejelasan dari AMNT, kasih saya angkut scrap yang menjadi hak saya atau mengganti uang," kata dia.

Rencana Bulat untuk Menggugat 

Menurutnya, rencana untuk menggugat AMNT melalui Pengadilan Niaga semakin bulat.

Apalagi, hingga kini  AMNT seolah tak mau peduli dengan masalah ini.

Budi menjelaskan, mendatangkan kapal khusus untuk mengangkut scrap yang dibelinya dari AMNT merupakan inisiatif pihaknya.

"(Mendatangkan kapal) Ini juga akan melengkapi bukti dan dokumen pelengkap gugatan yang akan saya ajukan ke Pengadilan Niaga nantinya," tegas dia.

Budi menegaskan, pihaknya tidak setengah-setengah dalam kasus ini.

Membalas opsi AMNT yang hingga kini belum ada realisasi, Budi pun memberi dua pilihan kepada AMNT.

Yang pertama, AMNT bisa membayar keriguan yang dialami Budi Haryanto dengan nilai total mencapai Rp50 Miliar.

Dan pilihan kedua, AMNT memberi kesempatan agar seluruh scrap tersisa yang ada di perusahaan tambang itu dibeli oleh Budi.

"Kalau AMNT memang serius, silahkan ganti rugi Rp50 Miliar, dimana Rp10 Miliar diantaranya akan langsung saya sumbangkan untuk korban gempa di NTB. Atau biarkan saya beli semua scrap di sana, jadi satu pintu. Saya tegaskan saya ttidak setengah-setengah dalam kasus ini, kalau AMNT dijual pun saya akan bayar," cetus Budi.

Hingga berita ini dipublish, pihak PT AMNT belum bersedia memberikan keterangan resmi terkait masalah ini.  K18/*