Begini Serunya Latihan Tempur Yonif 742/SWY di Kawasan Hutan Sekotong

Advertisement

Begini Serunya Latihan Tempur Yonif 742/SWY di Kawasan Hutan Sekotong

KATAKNEWS.com
Jumat, 16 November 2018

LATIHAN TEMPUR. Prajurit Yonif 724/SWY berhasil melumpuhkan musuh dalam latihan tempur UST Ton, di kawasan hutan Sekotong, Lombok Barat.(KATAKNEWS/Foto: Penrem 162 WB)


LOMBOK BARAT, KATAKNEWS.com - Sekitar 306 orang prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 742/SWY bersenjata lengkap, Jumat (16/11) bergerak merangsek menyusuri kawasan lembah dan perbukitan di kawasan hutan Mekaki, di Kecamatan Sekotong, Lombok Barat.

Dengan gerakan menyisir memperagakan teknik perlawanan penghadangan jalan kaki (Wandanglanki), pasukan tempur TNI Angkatan Darat (AD) ini berhasil menghadang dan melumpuhkan kelompok musuh.

Teknik Wandanglanki tersebut merupakan salah satu skenario dalam Latihan Uji Siap Tempur Tingkat Peleton (UST Ton) yang diselenggarakan jajaran Yonif 742/SWY, Korem 162/WB.

"Latihan yang melibatkan seluruh personel peleton di jajaran Kompi Yonif 742/SWY ini dimulai sejak Kamis (15/11) kemarin, dan akan diselenggarakan selama empat hari ke depan," kata Danyonif 742/SWY, Letkol Inf Agus Prihantio Donny, di sela-sela latihan, di Sekotong.

Donny - sapaan akrab Danyonif 742/SWY - menjelaskan, latihan ini merupakan program tahunan yang dilaksanakan satuan untuk menguji keterampilan tempur tingkat Peleton yang diikuti 306 Orang Prajurit Yonif 742/SWY dari Kompi senapan A, Kompi Senapan B dan Kompi senapan C.

Selain Wandanglanki, beberapa teknik yang dilakukan dalam latihan juga termasuk Perlawananan Penghadangan Kendaraan (Wandangran), Serangan Pemukiman (Sermukim), Pencarian dan Pembersihan, serta menembak taktis.

"Latihan ini bertujuan untuk mengukur kemampuan, kerjasama serta pemahaman taktik tingkat perorangan sampai dengan tingkat peleton senapan," kata Donny.

LATIHAN TEMPUR. Prajurit Yonif 742/SWY menyisir hutan dengan teknik Perlawanan Penghadangan Jalan Kaki (Wandanglanki). (KATAKNEWS/Penrem 162 WB)

Latihan tempur yang diselenggarakan di kawasan Hutan Sekotong ini semakin seru, karena medan latihan dibuat serealistis mungkin.

Penyelenggara latihan juga menyiapkan sejumlah target sasaran musuh, dan medan tempur pun dibuat menyerupai situasi tempur  sebenarnya.

"Latihan ini merupakan salah bentuk kesejahteraan bagi Prajurit yang diberikan pimpinan. Oleh karena itu, prajurit selain jago dalam berperang, juga dituntut jago bela diri, jago tembak dan fisik yang prima. Prajurit harus memiliki kriteria tersebut," tukasnya.

Donny berharap, hasil selama melaksanakan latihan ini dapat menambah semangat para prajuritnya untuk terus belajar dan berlatih sehingga siap menyonsong tugas ke depan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Sementara itu, Danrem 162/WB Kolonel CZI  Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, latihan satuan sesuai program latihan standarisasi (Poglatsi), dilaksanakan secara bertahap bertingkat dan berlanjut mulai dari latihan perorangan, latihan satuan hingga  latihan antar kecabangan.

"Latihan Proglatsi yang ada di satuan Yonif mulai dari latihan perorangan, latihan tingkat Regu, tingkat Peleton, tingkat Kompi dan Tingkat Batalyon dan masing-masing tingkatan ada ujiannya," jelas Ahmad Rizal.

Dikatakannya, Prajurit Yonif 742/SWY harus mampu menerapkan teknik dan taktik pertempuran secara benar dan disiplin di medan latihan, sehingga akan terbawa pada saat pelaksanaan tugas di medan pertempuran yang sebenarnya.

Untuk itu, lanjutnya, Komandan Latihan bersama para penyelenggara harus betul-betul mengawasi dan mengevaluasi setiap pelaksanakan latihan, tahap demi tahap untuk mencapai hasil yang maksimal.

Danrem Rizal mengatakan, selain menggelar latihan Uji Siap Tempur Peleton (UST Ton), Yonif 742/SWY juga akan melaksanakan karya bhakti reboisasi berupa penanaman 200 bibit pohon trembesi dan pohon sengon di daerah latihan.

Aksi penghijauan itu akan dilakukan bersama warga Dusun Pelangan Timur dan Barat yang didukung oleh Dinas Kehutanan Kabupaten Lombok Barat. K24/Penrem162WB