Barapan Kebo, Tradisi Agraris Unik Yang Masih Lestari di Sumbawa

Advertisement

Barapan Kebo, Tradisi Agraris Unik Yang Masih Lestari di Sumbawa

KATAKNEWS.com
Selasa, 13 November 2018

BARAPAN KEBO. Joki barapan sedang mengarahkan Kerbau jagoannya dalam event final Barapan Kebo di Sumbawa Barat.(KATAKNEWS/Penrem 162 WB)


SUMBAWA BARAT - Masyarakat di pulau Sumbawa masih melestarikan budaya Barapan Kebo, atau karapan kerbau.

Selain menjadi wahana sirahturahmi, tradisi agraris yang mirip dengan Karapan Sapi di pulau Jawa, ini juga menjadi potensi atraksi pariwisata.

Barapan Kebo seperti magnet bagi masyarakat di Sumbawa.

Ratusan masyarakat seperti tumpah di Kelurahan Dalam, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Minggu (11/11), dalam gelaran final event Barapan Kebo yang digelar Pemda setempat untuk meramaikan HUT Kabupaten Sumbawa Barat .

Ratusan ekor kerbau petarung juga menumpuk di lapangan di bawah tenda-tenda yang dibangun masyarakat di sekitar arena barapan.

Bupati Sumbawa Barat, HW Musyafirin MM turut menyaksikan event tersebut bersama Ketua Harian Komunitas Berapan Kebo Kabupaten Sumbawa, H Habil Hayyus, Kapolres Sumbawa Barat, dan juga Dandim 1628/KSB serta sejumlah Kepala SKPD setempat.

"Event ini sebagai rangkaian HUT Sumbawa Barat yang ke 15 tahun. Ya ini tradisi yang mempererat silahturahmi dan juga bisa menjadi potensi wisata di daerah kami," kata Bupati Musyafirin.

Musyafirin menjelaskan, tradisi Barapan Kebo ini juga menjadi salah satu pendukung dalam upaya menjaga jumlah populasi ternak Kerbau di pulau Sumbawa, dan juga NTB secara umum.

Seperti namanya, Barapan Kebo merupakan lomba kecepatan berlari kerbau.

Joki barapan akan berusaha sekuat tenaga mengarahkan sepasang Kerbau petarung yang disatukan dengan palangan kayu.

Memacu mereka untuk berlari cepat melampaui pasangan lawan. Kerbau pemenang adalah pasangan Kerbau yang berhasil lebih dulu mencapai finish yang ditandai dengan Saka, sebuah kayu yang ditanam vertikal di garis finish.

Dandim 1628/KSB, Letkol CZI Edy Oswornto mengatakan, jajaran TNI akan turut melestarikan event Barapan Kebo di pulau Sumbawa.

"Tradisi Barapan Kebo ini sangat positif, dan perlu dilestarikan terus agar di era millenial ini generasi muda kita tetap memahami budaya di daerah sendiri," kata Dandim Edy.

Menurut Edy, Barapan Kebo memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang tinggi.

Dari sisi silahturahmi, di lokasi Barapan hampir seluruh masyarakat dari tiap Kecamatan yang ada di Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat bisa bertemu karena hobbi yang sama.

"Pertemuan silahturahmi kan selalu membawa manfaat positif, jadi ada komunikasi dan sambung tali rasa," katanya.

Selain itu, dari sisi budaya, Barapan Kebo secara tidak langsung menunjukan bangsa Indonesia memang bangsa agraris yang besar.

Hal ini perlu dilestarikan agar generasi muda tidak mudah terpengaruh budaya luar, tetapi lebih mengenal budaya sendiri.

"Selain itu, tradisi Barapan Kebo juga punya dampak ekonomis dan juga bisa menjadi ikon wisata tersendiri bagi daerah Sumbawa ini," kata dia.

Dalam ajang final Barapan Kebo tersebut, sepasang Kerbau yang diberi nama Gegana asal Kecamatan Maronge, Kabupaten Sumbawa, berhasil keluar sebagai juara utama event Barapan Kebo 2018.

Pemiliknya pun berhasil membawa pulang hadiah berupa satu unit sepeda motor Honda Revo Fit. K18/Penrem162WB