Baiq Diyah : Generasi Muda Jangan Sampai Terlena Buaian Teknologi

Advertisement

Baiq Diyah : Generasi Muda Jangan Sampai Terlena Buaian Teknologi

KATAKNEWS.com
Minggu, 25 November 2018

MODELING. Ketua IWAPI NTB, Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi saat memberikan sambutan dalam Grand Final Indonesian Model Eksotik Duta Kharisma 2018, Minggu (25/11) di Hotel Lombok Plaza, Mataram. (KATAKNEWS/Istimewa) 


MATARAM, KATAKNEWS.com - Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi mengatakan, generasi millenial saat ini memang dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi terutama yang berhubungan dengan Teknologi Informasi, agar bisa bersaing di era global yang serba digital saat ini.

Namun, Baiq Diyah menekankan, generasi muda jangan sampai terlena dengan buaian teknologi, yang juga memiliki beberapa aspek yang kurang positif.

"Pesan saya pada anak-anak kita, generasi muda, agar tetap disiplin. Jangan sampai terlena dengan aplikasi game di handphone. Zaman sekarang kita bisa akses apa saja dengan teknologi, itu baik tapi tetap harus difilter agar yang kita akses adalah hal-hal positif," kata Baiq Diyah, saat menghadiri Grand Final Indonesian Model Eksotik Duta Kharisma 2018, Minggu (25/11) di Hotel Lombok Plaza, Mataram.

Contoh kecanduan dengan game di handphone, disampaikan Baiq Diyah, kepada para remaja peserta dan finalis Indonesian Model, bukan tanpa alasan.

Sebab, belakangan ini fakta sejumlah survei menunjukan sebagian besar anak-anak, remaja hingga dewasa, saat ini lebih banyak menghabiskan waktu sia-sia hanya untuk bermain gadget.

"Sehingga anak-anak muda harus benar-benar bisa memilah. Kalau ada kegiatan yang positif seperti ini maka manfaatkanlah, ikutlah (daripada sibuk main gadget). Jadi pergunakan waktu kita dengan kegiatan-kegiatan positif dan bermanfaat sebaik-baiknya dalam masa muda ini," katanya.

Tapi, ia juga mengingatkan agar para remaja tetap mengutamakan kegiatan pendidikan di sekolah sebagai yang utama. Jangan karena kesibukan menempa bakat, kemudian kewajiban sekolah terbengkalai.

"Saya pesan, sekolah tetap nomor satu. Kegiatan-kegiatan lainnya termasuk ekstrakulikuler tetap dilakukan, tapi yang utama tetap selesaikan pendidikan, selesaikan sekolah," tukasnya.

Ia juga berpesan kepada para orangtua, agar terus mendorong dan mengembangkan minat dan bakat putra-putri mereka, sesuai dengan talenta anak-anaknya, termasuk yang berbakat di dunia modeling.

"Para orangtua harus mendukung dan salurkan bakat anak-anak yang positif, sehingga kegiatan tersebut bisa digunakan untuk keberhasilan mereka," kata Baiq Diyah yang juga anggota DPD RI perwakilan NTB.

Baiq Diyah menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara Grand Final Indonesian Model Eksotik Duta Kharisma yang sudah memilik Lombok, NTB, sebagai lokasi digelarnya Grand Final Indonesian Model 2018.

"Dengan kegiatan ini kita bisa kabarkan ke semua bahwa Lombok aman dan bisa didatangi (wisatawan). Baik infrastruktur, akomodasi, kelengkapan amenitas, dan lain-lain, Lombok sudah aman dan nyaman untuk dikunjungi. Ya kita harapkan Lombok bangkit kembali," katanya.

Ia menambahkan, apresiasi juga untuk kegiatan yang digelar tersebut karena bisa menjadi wadah para remaja dan generasi muda mengembangkan bakat mereka di dunia modeling.

"Anak-anak yang jadi pemenang diharapkan bisa mendapatkan job dan kegiatan yang difasilitasi dan dikawal oleh panitia, sehingga bermanfaat bagi generasi muda," katanya.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Indonesian Model Eksotik Duta Kharisma 2018, Liez Nur Marina mengatakan, kegiatan ini digelar dalam rangkaian empat Kota, di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Bali, dan NTB.

"Ke depan NTB bukan hanya Lombok, tapi juga mungkin Sumbawa dan Bima," katanya.

Menurutnya, Lombok dipilih sebagai lokasi Grand Final juga untuk mendukung upaya recovery NTB pasca bencana gempa bumi, khususnya di sektor pariwisata.

"Kami ingin bantu Lombok untuk bangkit. Kami bawa beberapa kontingen luar dan mereka tidak takut, dan nantinya bisa bercerita kalau Lombok memang sudah aman, sudah tidak ada gempa lagi," katanya.

Ia memaparkan, dalam ajang modeling ini ada tiga kategori yang dilombakan, yakni peragaan busana berbahan batik dan kain tenun, busana pesta, dan juga busana berkonsep Black and White atau hitam putih.

"Juaranya tersedia juara 1 sampai harapan 3 di tiap kategori. Kami harapkan dengan kegiatan ini dunia model bisa makin berkembang. Bisa menciptakan generasi muda yang positif bersikap baik dan perilaku baik," katanya. K18/*