Awas, Penunggak Pajak Kendaraan di Atas Dua Tahun Bakal Didatangi Juru Sita

Advertisement

Awas, Penunggak Pajak Kendaraan di Atas Dua Tahun Bakal Didatangi Juru Sita

KATAKNEWS.com
Senin, 19 November 2018

Kepala Bappenda NTB, Ir H Iswandi MSi. (KATAKNEWS/Bara Elank)


MATARAM, KATAKNEWS.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) tak hilang akal menghadapi wajib pajak yang "nakal".

Mulai tahun 2019 mendatang, para penunggak pajak kendaraan bermotor (PKB) di atas dua tahun langsung akan dieliminasi dan disingkirkan dari database dan bakal didatangi petugas juru sita dari Bappenda NTB.

"Kita sudah latih sekitar 20 orang petugas juru sita, dan Desember ini akan dilantik dan disahkan. Sehingga 2019 sudah bisa action, yang menunggak di atas dua tahun akan dilakukan upaya paksa dengan melibatkan juru sita pajak ini," kata Kepala Bappenda NTB Ir H Iswandi MSi, dalam keterangan pers, Senin (19/11) di Mataram.

Menurutnya, langkah ini dilakukan Bappenda NTB untuk dapat menggejar tunggakan pajak khususnya PKB yang terus terjadi dari tahun ke tahun. Hingga tahun 2018 ini sisa tunggakan PBK di NTB dari tahun-tahun sebelumnnya masih berkisar Rp600 Miliar.

Selain itu, juga untuk meningkatkan tingkat pepatuhan pajak di wilayah NTB, yang saat ini masih cukup rendah berkisar 60 persen. Pelibatan juru sita pajak ini diharapkan dapat menertibkan wajib pajak "nakal", yang seringkali lalai membayar kewajiban pajak.

"Jadi nantinya penunggak pajak di atas dua tahun, akan didatangi juru sita pajak untuk pembayaran pajak di tempat. Jika tidak terbayar maka kendaraan akan disita sampai kewajiban pajaknya dipenuhi," tegas Iswandi.

Iswandi mengatakan, PKB dan BBNKB menjadi penyumbang utama pendapatan daerah dari sektor pajak di NTB. Hingga November ini tercatat sudah tercapai sekitar 89 persen hingga 90 persen dari target 2018 yang berkisar Rp362 Miliar untuk PKB dan Rp350 Miliar untuk BBNKB.

Ia juga menyatakan optimis target pencapaian PBK dan BBNKB tahun ini akan tercapai, hingga akhir tahun 2018 nanti.

"Posisi saat ini kita sudah tercapai 89-90 persen dari target. Kita masih punya cukup waktu untuk mengejar sisanya, dan saya optimis ini bisa tercapai bahkan melampaui target hingga akhir tahun," katanya. K21