58 Huntap Terbangun di Lombok Utara, 10 RISHA jadi Percontohan

Advertisement

58 Huntap Terbangun di Lombok Utara, 10 RISHA jadi Percontohan

KATAKNEWS.com
Kamis, 22 November 2018

RISHA. Bangunan rumah instan sederhana sehat (RISHA) yang terbangun di Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Lombok Utara.(KATAKNEWS/Foto: Humas Lombok Utara)


LOMBOK UTARA, KATAKNEWS.com - Proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa bumi, terus dilakukan di Lombok Utara.

Hingga saat ini, setidaknya 58 rumah hunian tetap (Huntap) sudah terbangun di sejumlah Kecamatan terdampak gempa bumi, sementara ribuan lainnya masih terus menyusul dalam proses.

"Sampai sekarang ada 28 RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat) dan 20 Rika (Rumah Instan Kayu) yang sedang dibangun, dan ada 10 RISHA yang sudah jadi dan bisa menjadi percontohan," kata Kabag Humas Pemda Lombok Utara, Mujadid Muhas, Kamis (22/11) kepada KATAKNEWS.com.

Baca Juga : Kogasgabpad dan Pemda Lombok Utara Serahkan Hunian Tetap RISHA di Desa Akar-Akar

Menurutnya, pembangunan unit hunian tetap itu menunjukan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa di Lombok Utara terus berjalan sebagaimana tahapan yang ada.

Meski masih ada kendala-kendala namun Pemda setempat terus berupaya melakukan proses percepatan.

"Semua berjalan sesuai tahapan, mulai tanggap darurat, tahap transisi ke pemulihan, sampai kini tahap rehab rekon," kata Dedi, sapaan Mujadid Muhas.

Ia menambahkan, sejauh ini pembentukan kelompok masyarakat (Pokmas) juga terus didorong.

Pemda mencatat hingga saat ini sudah terbentuk sekitar 192 Pokmas di sejumlah Kecamatan di Lombok Utara.

Pokmas ini yang kemudian bekerja sesama anggota didampingi fasilitator dari PUPR untuk membangun hunian tetap bagi korban gempa yang rumahnya rusak berat.

Dedi memaparkan, berdasarkan data verifikasi, di Lombok Utara tercatat setidaknya 57.314 rumah masyarakat rusak akibat gempa bumi Juli-Agustus lalu.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 45.749 tergolong rusak berat, 3.160 rusak sedang, dan 8.405 rusak ringan. K18