Wagub NTB Minta Daerah Terdampak Gempa Percepat Verifikasi dan Pembentukan Pokmas

Advertisement

Wagub NTB Minta Daerah Terdampak Gempa Percepat Verifikasi dan Pembentukan Pokmas

Redaksi KATAKNEWS
Selasa, 16 Oktober 2018

PERCEPATAN PDB. Wagub NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah bersama Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar dan Assop Kogasgabpad Kolonel Inf Hengki Yudha, berdiskusi usai rakor percepatan PDB Gempa NTB di kantor Gubernur NTB. (KATAKNEWS/Bara Elank)

MATARAM - Langkah percepatan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa bumi NTB, terus dilakukan.

Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah meminta Pemda terdampak bencana gempa bumi di NTB untuk mempercepat proses verifikasi rumah rusak dan pembentukan kelompok masyarakat di wilayahnya.

"Sekarang kan kami tunggu Pemda (terdampak). Semakin cepat verifikasi dan pembentukan Pokmas dilakukan, maka Insya Allah makin cepat juga proses pencairan bantuan (dana stimulan) untuk para korban," kata Sitti Rohmi yang juga selaku Ketua Pusat Komando PDB Gempa NTB, usai rapat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruki, Selasa (16/10), di kantor Gubernur NTB.

Hal ini juga menjadi atensi Rohmi saat berdiskusi selepas rakor dengan Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar, Assisten Operasi Kogasgabpad, Kolonel Inf Hengki Yudha, dan perwakilan BRI Mataram.

BACA JUGA : NTB Percepat Realisasi Pembangunan Rumah Terdampak Gempa Bumi

Siti Rohmi mengatakan, dengan penyederhanaan mekanisme dan prosedur pencairan dana stimulan pembangunan rumah rusak, secara teknis maka proses pembangunan kembali dalam tahap rehabilitasi dan rekosntruksi ini bisa lebih cepat dilakukan.

Namun, upaya itu tetap harus didukung dengan Pemda terdampak, terutama berkaitan dengan proses verifikasi dan pembentukan Pokmas di tingkat masyarakat.

"Yang paling penting juga saat ini penguatan koordinasi dan komunikasi. Sehingga progress di tiap daerah terdampak bisa terukur," katanya.

Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar mengatakan, saat ini proses verifikasi rumah rusakdi Lombok Utara sudah maksimal. Sementara untuk pembentukan Pokmas, dari seluruh rumah rusak yang terverifikasi, sekitar 50 persen lebih sudah membentuk Pokmas.

"Kami terus mendorong Pokmas-Pokmas ini terbentuk. Saat ini sekitar 50 persen lebih, tapi ini akan terus kita lakukan percepatan," kata Najmul.

Ia mengapresiasi kebijakan pemerintah yang akhirnya menyederhanakan mekanisme pencairan bantuan untuk para korban gempa bumi yang rumahnya rusak. K18