Taufan Rahmadi : Jangan Ajari Masyarakat Berpolitik Uang

Advertisement

Taufan Rahmadi : Jangan Ajari Masyarakat Berpolitik Uang

Redaksi KATAKNEWS
Senin, 22 Oktober 2018

ANTI POLITIK UANG. Taufan Rahmadi berdialog bersama tim pemenangan dan relawan TR, Senin (22/10) di Mataram.(KATAKNEWS/Bara Elank) 

MATARAM - Caleg DPR RI dari Partai Gerindra Dapil NTB 2/Pulau Lombok Nomor urut 8, Taufan Rahmadi menegaskan, agar masyarakat tidak terjebak dalam politik pragmatis, apalagi politik uang.

Hal itu ditegaskannya di hadapan sejumlah tim pemenangan dan relawan Taufan Rahmadi, Senin (22/10) di Mataram.

"Jangan mau dengan politik uang, agar jangan salah memilih pemimpin dan wakil-wakil rakyat baik di tingkat Kabupaten sampai tingkat nasional di DPR RI," katanya.

Menyitir pendapat Ustadz Abdul Somad, Taufan menegaskan Politik Uang itu haram hukumnya. Lagipula, itu juga melawan hukum positif di negeri ini yang bisa terkena ancaman pidana penjara.

BERSAMA SANDI. Taufan Rahmadi saat mendamingi Cawapres Sandiaga Uno mengunjungi daerah terdampak gempa bumi di Lombok Barat. (KATAKNEWS/Istimewa) 

Taufan mengajak masyarakat untuk lebih cerdas memilih calon-calon wakil mereka dengan melihat rekam jejak dan kredibilitas kinerja mereka untuk daerah selama ini.

"Kalau masyarakat terima politik uang, itu bukan bicara jutaan, tapi miliaran rupiah. Maka kalau calonnya menang jangan heran mereka juga akan dengan segala cara melakukan untuk mengembalikan modal. Ini tidak boleh terjadi lagi, masyarakat harus melek dan cerdas memilih," katanya.

Taufan yang juga Juru Bicara Capres-Cawapres Prabowo-Sandi ini menegaskan kepada tim dan relawan agar melakukan gerakan bersih tanpa politik uang.

Selain itu, Taufan Rahmadi juga mengatakan, agar masyarakat NTB bisa menggunakan hak pilih mereka dengan sebaik-baiknya dalam Pemilu serentak 2019 mendatang.

"Masyarakat harus peduli dengan politik, jangan lagi ada yang tidak peduli. Sebab politik ini sangat dekat kaitannya dengan kebijakan, dan kebijakan sangat erat dengan kemaslahatan masyarakat. Bicara sekolah, pendidikan, harga barang, kesehatan dan sebagainya semua pasti berawal dari kebijakan politik," katanya.

Ia berharap tim dan relawan bisa mendorong semangat masyarakat untuk mau berpartisipasi aktif dalam pemilu mendatang. Datang ke TPS dan menyalurkan hak suara mereka. K18