Sitir Dongeng Thailand, Cara Unik Gubernur Zul Semangati Pelaku Wisata NTB

Advertisement

Sitir Dongeng Thailand, Cara Unik Gubernur Zul Semangati Pelaku Wisata NTB

Redaksi KATAKNEWS
Kamis, 04 Oktober 2018

BANTUAN. Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah menyerahkan bantuan secara simbolik kepada masyarakat Desa Senaru, dalam silahturahmi Gubernur bersama stakeholders pariwisata NTB.

MATARAM - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr H Zulkimeflimansyah menyitir sebuah dongeng klasik dari negeri Thailand untuk menyemangati para pelaku industri pariwisata di NTB untuk bisa optimis membangun kembali pariwisata NTB pasca bencana gempa bumi.

Kisah tentang seorang petani desa yang terancam dimangsa Macan yang lapar dan Ular berbisa, itu disampaikan Gubernur Zul, saat membuka sambutannya dalam silahturahmi bersama Dinas Pariwisata NTB, stakeholders pariwisata, dan pelaku industri, Rabu malam (3/10) di kantor Dinas Pariwisata NTB.

"Kondisi pariwisata kita di NTB saat ini, kurang lebih sama dengan petani dalam cerita dari negeri Thailand itu. Tinggal bagaimana kita mengakhiri cerita tersebut dengan horor story  atau dengan happy ending, semua tergantung kita," kata Gubernur Zul.

Menurut Gubernur Zul, kondisi sektor pariwisata di sebagian wilayah NTB memang belum pulih benar, usai dilanda bencana gempa bumi.

Namun, semua pihak harus mampu menanamkan optimisme dan mau kembali membangunnya, tanpa meratapi yang sudah terjadi.

Menurut Gubernur Zul, kisah dongeng dari Thailand itu, sangat sederhana, bahkan ujung ceritanya bagaikan tanpa akhir. Sebab di akhir cerita, nasib si petani masih menggantung di antara dua ancaman, dimakan Macan atau disantap Ular besar.

"Tapi justru ini yang membuat dongeng itu hebat. Pendahulu di Thailand seolah ingin menyampaikan pesan pada generasi penerusnya untuk melanjutkan sendiri akhir ceritanya. Tentu bagi yang pesimis, ujung cerita akan menjadi horor story yang menyedihkan, tapi bagi yang optimis dan bisa melihat cahaya di ujung lorong, tentu akan ada konklusi yang berbeda," katanya.

Gubernur Zul mengatakan, sektor pariwisata NTB harus bisa bangkit lagi dengan inovasi dan kekompakan semua pihak, pemerintah dan segenap staeholders pariwisata termasuk pelaku wisata.

"Ibarat sebuah kendaraan, Gubernur dan Wakil Gubernur hanyalah kemudinya. Mesinnya adalah saudara-saudara pelaku wisata, industri. Jadi semua harus berbuat," katanya.    

Ia menambahkan, walau pun NTB baru saja disapu bencana, namun secara alamiah pula bencana pasti berlalu.

Sehingga saat ini adalah saat yang tepat untuk memulai melangkah kembali, mengisi ruang dan waktu ke depan dengan optimisme dan kerja nyata membangun kembali gairah pariwisata di NTB. K18