Recovery Pariwisata NTB Berjalan Baik, Geliat Wisata Berangsur Pulih

Advertisement

Recovery Pariwisata NTB Berjalan Baik, Geliat Wisata Berangsur Pulih

Redaksi KATAKNEWS
Sabtu, 13 Oktober 2018

RECOVERY PARIWISATA. Ketua BPPD NTB TGH Fauzan Zakaria bersama Direktur Eksekutif BPPD Fahrurrozi Gafar, saat memebrikan keterangan pers, Sabtu (13/10) di Mataram.(KATAKNEWS/Bara Elank) 

MATARAM - Program pemulihan atau recovery sektor pariwisata pasca bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB), berjalan cukup baik. Kondisi di sejumlah destinasi terdampak di Lombok dan Sumbawa sudah berangsur pulih.

Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi NTB menyatakan optimis proses recovery bisa selesai sesuai target Kementerian Pariwisata RI, setidaknya pada Desember mendatang.

"Setelah dilanda 2 ribu kali gempa, bahkan lebih. Alhamdulillah pekan-pekan terakhir ini denyut pariwisata di destinasi terdampak seperti Gili Trawangan dan Senggigi berangsur normal. Proses recovery pariwisata ini kami yakin akan berjalan sesuai target," kata Ketua BPPD NTB, TGH Fauzan Zakaria didampingi Direktur Eksekutif BPPD, Fahrurrozi Gafar, Sabtu (13/10) di Mataram.

Saat ini, papar dia, jumlah kunjungan ke Gili Trawangan di Lombok Utara sudah mulai normal. Rerata kunjungan harian di pulau eksotis itu sudah mencapai 700-800 orang per hari.

Ia mengakui, gempa bumi yang melanda Lombok dan Sumbawa Juli-Agustus lalu, memang menimbulkan kerusakan dan trauma bagi masyarakat NTB.

Sejumlah infrastruktur dan sarana akomodasi di destinasi wisata Gili Trawangan dan Senggigi juga terdampak.

Meski tidak seluruh destinasi wisata di NTB terdampak, namun pasca bencana gempa, praktis membuat pariwisata NTB terpukul.

Namun, papar Fauzan, kondisi sulit itu sudah teratasi. Semua stakeholders pariwisata dan pelaku industri terus berupaya melakukan recovery, dan saat ini sudah nampak hasilnya.

"Dulu pasca gempa, sedih sekali kita lihat. Di pesawat (tujuan Lombok) itu kita bisa duduk selonjoran karena banyak seat yang kosong. Isinya hanya kota-kita, para Kadis, dan relawan. Tapi sekarang sudah membaik rerata seat bisa mencapai 85 persen. Bahagia kita lihatnya, langkah recovery berjalan efektif," kata Fauzan.

Ia menjelaskan, Menpar Arief Yahya menetapkan recovery pariwisata NTB dilakukan dalam tiga bulan, sejak September hingga November nanti.

Pada Desember, diharapkan kondisi sektor pariwisata NTB sudah bisa berjalan normal.

Sejauh ini, upaya recovery dilakukan BPPD NTB dan stakeholders kepariwisataan lainnya melalui tiga hal utama, yakni branding, advertising, dan selling.

Untuk branding, BPPD NTB terus mengupayakan penguatan halal tourism sebagai branding utama Lombok dan NTB secara umum.

"Untuk Advertising kami lebih tingkatkan ke digital marketing, dan pemasagan advertising di sejumlah titik strategis," katanya.

Sementara selling, BPPD NTB terus terlibat dalam sejumlah event travel mart dan semacamnya yang menyediakan table top Bussines to Bussines (B to B) maupun Business to Government (B to G) di pasar domestik maupun mancanegara.

"Kita mau sampaikan ke masyarakat luas, bahwa NTB saat ini sudah pulih dan siap menerima kunjungan wisatawan, dengan aman dan nyaman," katanya. K18