Menegangkan, Kadispar NTB Disandera Teroris Beberapa Jam Sebelum Berhasil Dibebaskan Aparat TNI-Polri

Advertisement

Menegangkan, Kadispar NTB Disandera Teroris Beberapa Jam Sebelum Berhasil Dibebaskan Aparat TNI-Polri

Redaksi KATAKNEWS
Jumat, 05 Oktober 2018

PEMBEBASAN SANDERA. Tim anti teror TNI Polri saat berupaya membebaskan Kadispar NTB, Lalu Moh Faozal, dalam simulasi anti terorisme, di Kantor Gubernur NTB.(KATAKNEWS/Penrem 162 WB)

MATARAM - Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Moh Faozal disandera sekelompok teroris. Tubuhnya dipasangi rangkaian bom siap meledak.

Setelah beberapa jam disandera, Faozal akhirnya berhasil selamat berkat kesigapan aparat TNI dan Polri yang berupaya membebaskannya.

Tapi, semua kejadian itu hanya simulasi kesiapsiagaan menangani terorisme.

Simulasi penanganan aksi terorisme yang digelar Jumat (5/10) di halaman kantor Gubernur NTB di Mataram, menarik banyak masyarakat untuk menyaksikan.

Dengan berbekal ilmu taktik pertempuran dan perang kota yang dilatih secara terus menerus, satu tim pasukan anti teror gabungan TNI Polri merangsek masuk ke sasaran.

Mereka  berhasil melumpuhkan para penyandera dan membebaskan Kadispar NTB dengan aman dan terkendali.

Rangkaian bom yang dipasang para teroris di tubuh Faozal, pun berhasil dijinakan oleh anggota penjinak bom yang tergabung dalam unit anti teror tersebut.

Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., menjelaskan operasi pembebasan sandera oleh tim pasukan anti teror gabungan TNI Polri ini merupakan simulasi yang membutuhkan kerjasama dan koordinasi yang super ketat untuk memastikan keselamatan dan keamanan para sandera.

“Simulasi pembebasan sandera ini sebagai rangkaian kegiatan HUT TNI ke 73 untuk menguji hasil latihan dan kemampuan personel jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” kata Rizal.

Menurut dia, dalam penanganan seperti ini dibutuhkan informasi yang betul-betul valid tentang jumlah sandera, jumlah pelaku, senjata yang akan digunakan, titik-titik yang dikuasai para pelaku maupun lokasi para sandera lengkap dengan peta atau denah bangunan tempat penyanderaan.

Hal itu terkait dengan jumlah personel maupun alat peralatan yang dibutuhkan dalam penanganannya termasuk taktik dan strategi yang akan diterapkan untuk menyelesaikan misi tersebut.

“Jadi memang harus profesional dalam penanganan sandera seperti ini dengan mengedepankan keselamatan dan keamanan sandera,” katanya.

Sementara itu, Kapenrem 162 WB, Mayor Inf Dahlan S.Sos, mengatakan, selain belajar dan berlatih sesuai dengan tugas pokok satuan, TNI Polri juga tetap konsisten menjaga dan melestarikan budaya masyarakat NTB.

Salah satunya Tarian Gendang Beleq milik masyarakat Lombok yang dimainkan dengan sempurna usai Upacara Peringatan HUT TNI ke 73.

"Atraksi seni ini juga sebelumnya pernah tampil beberapa kali di hadapan Presiden maupun Panglima TNI dan Kapolri," kata Dahlan. K24/Penrem 162 WB