Masih Banyak Kendala Penanganan Pasca Bencana di Lombok Barat

Advertisement

Masih Banyak Kendala Penanganan Pasca Bencana di Lombok Barat

Redaksi KATAKNEWS
Rabu, 24 Oktober 2018

PASCA BENCANA. Sekda Lombok Barat, HM Taufik saat memberikan sambutan dalam peresmian Desa Berdaya di Desa Menggala, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara.(KATAKNEWS/Bara Elank)    

LOMBOK UTARA - Proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa bumi di wilayah Lombok Barat, hingga kini masih tersendat banyak kendala.

Luas dan besaran dampak kerusakan akibat gempa bumi tidak sebanding dengan kemampuan Pemda setempat, menyebabkan masyarakat harus bergantung pada janji bantuan dari Pemerintah Pusat.

Sekda Lombok Barat, HM Taufik mengatakan, Lombok Barat termasuk Kabupaten terparah terdampak gempa di NTB, selain Lombok Utara.

"Lombok Barat termasuk yang sangat besar kerusakannya. Rumah rusak tercatat 72.222 unit, dan 14 ribu diantaranya rusak berat," kata HM Taufik, saat menghadiri peresmian Desa Berdaya, Rabu (24/10) di Desa Menggala, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara.

Simak Video Peresmian Desa Berdaya NTB :

Ia menjelaskan, pemerintah memang sudah menyatakan akan memberikan bantuan Rp50 Juta untuk rumah rusak berat, Rp25 juta untuk rusak sedang, dan Rp10 juta untuk rusak ringan.

Namun hingga kini, nyatanya di Lombok Barat baru terbangun dua unit rumah saja.

"Pokmas sampai sekarang baru 17 Pokmas," katanya.

Kendala lain yang dihadapi, adalah ketersediaan bahan seperti panel untuk rumah tahan gempa yang menjadi persyaratan.

"Kalau begini modelnya kita butuh waktu yang panjang. Belum lagi, masalah ketersediaan panel dan bahan bangunan. Artinya, bantuan banyak tapi tidak bisa cepat direalisasikan," katanya.

Menurut Taufik, selain kerusakan rumah masyarakat, banyak fasilitas publik, sekolah dan puskesmas di Lombok Barat yang rusak akibat gempa, namun hingga kini juga belum bisa ditangani maksimal.

"Pemda sudah menyusun rencana aksi dan menyerahkannya ke pusat, ya sekarang kita berdoa supaya cepat dan mudah-mudahan negara ini banyak uang," katanya.

Selain rehabilitasi dan rekonstruksi fisik yang lamban, Lombok Barat juga masih berharap dukungan bantuan Jaminan Hidup (Jadup) bagi ribuan masyarakat korban gempa di daerah itu.

Ia mengatakan, daftar penerima Jadup sudah diusulkan melalui SK Bupati Lombok Barat ke Kementerian Sosial RI.

"Jadup sudah dibuatkan SK Bupati. SK sudah jadi, tapi uang belum turun, ya kami hanya bisa berdoa. Tapi tolong kalau belum ada anggarannya, pusat jangan janji dulu. Sebab pusat yang janji, tapi kami (Pemda) yang ditagih," katanya.

Namun begitu, Taufik menekankan, Pemda Lombok Barat tetap berupaya dalam segala keterbatasannya untuk bisa membangkitkan semangat masyarakat.

"Boleh rumah rusak, boleh saja kantor rusak, tapi jangan sampai semangat yang rusak. Ini yang terus kami lakukan, sebab semua ini pasti ada hikmahnya," katanya.

Peresmian Desa Berdaya di Lombok Utara, dihadiri CEO Rumah Zakat, Assisten III Pemprov NTB, Hartinah, Sekda Lombok Utara, H Suwandi, Sekda Sumbawa, H Rasyidi, dan Sekda Lombok Barat, HM Taufik.

Baca Juga : Desa Berdaya NTB Diresmikan di Lombok Utara

Selain membangun konsep Desa Berdaya di Lombok Utara, Rumah Zakat dan dukungan sejumlah pihak akan membangun juga di Lombok Barat dan Sumbawa.

Taufik mengapreasiasi upaya Rumah Zakat membantu masyarakat NTB, termasuk di Lombok Barat. K18