Konsep Wisata Halal di NTB Bisa Perkuat Perekonomian Daerah dan Potensial Sumbang Devisa

Advertisement

Konsep Wisata Halal di NTB Bisa Perkuat Perekonomian Daerah dan Potensial Sumbang Devisa

Redaksi KATAKNEWS
Selasa, 16 Oktober 2018

EKONOMI DAN WISATA HALAL. Sekda NTB Rosiady Sayuti menyampaikan peluang dan tantangan pengembangan wisata halal NTB, dalam Konferensi Internasional di Hotel Novotel, Kuta Mandalika, Lombok Tengah.(KATAKNEWS/Humas Bank Indonesia)

LOMBOK TENGAH - Konsep wisata halal atau Halal Tourism yang menjadi branding pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB), dinilai cukup strategis untuk mendorong peningkatan perekonomian daerah sekaligus menjadi sektor potensial penyumbang devisa.

Sebab, salah satu kunci penguatan ekonomi Indonesia, khususnya dari sisi penerimaan devisa, adalah peningkatan sektor pariwisata.

Bentuk wisata yang berpotensi dikembangkan adalah wisata halal, yang turut mendukung pengembangan ekonomi syariah.

Hal tersebut menjadi benang merah dalam Konferensi Internasional yang digelar Senin (15/10) di Hotel Novotel, Kuta Mandalika, Lombok Tengah, NTB. Konferensi itu merupakan kegiatan lanjutan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018, sekaligus menjadi kegiatan internasional pertama yang diselenggarakan di Pulau Lombok, pasca bencana gempa.

Konferensi yang tereselenggara atas dukungan Bank Indonesia, ITDC dan Pemprov NTB ini dihadiri sejumlah delegasi Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia yang berasal dari berbagai negara.

Tema yang diangkat dalam konferensi internasional adalah Strengthening Islamic Economy Through Halal Tourism: Challenges, Opportunities and Prospects.

Konferensi juga menghadirkan pembicara-pembicara ahli di bidang ekonomi syariah, yaitu Direktur Jenderal Islamic Research and Training Institute (IRTI) Prof. Dr. Humayon Dar (Saudi Arabia),  Islamic Development Bank (IDB), CEO GMTI Mastercard Crescent Rating Singapore, Fazal Bahardeen Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Rosyadi H. Sayuti, dan Asisten Direktur Sales dan Marketing Hotel Novotel Lombok, Muhammad Agung Rinjani.

Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara seminar internasional tersebut. Ia berharap setelah selesai pelaksanaan seminar, seluruh peserta memiliki gambaran yang lebih lengkap terkait dengan konsep pariwisata halal.

"Dengan konsep yang lebih lengkap dan matang, saya meyakini implementasi wisata halal akan lebih mudah dilakukan," katanya.

Gubernur Zul juga meyakinkan kepada seluruh hadirin bahwa Lombok-Sumbawa sudah jauh lebih kondusif untuk berwisata dan berinvestasi.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Achris Sarwani menyampaikan apresiasi atas dukungan para peserta seminar untuk turut mengembangkan pariwisata halal di NTB.

"Pelaksanaan ini juga merupakan bentuk nyata dukungan Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi NTB untuk membangkitkan sektor pariwisata paska bencana gempa bumi," katanya.

Achris menyakini dengan dukungan seluruh pihak, pariwisata akan menjadi lokomotif pemulihan ekonomi NTB paska bencana. Hal tersebut didasari oleh besarnya potensi pariwisata NTB yang juga selaras dengan budaya lokal serta nuansa religi di Bumi Seribu Masjid.

Seperti diketahui ekonomi dan keuangan syariah merupakan salah satu tema yang didorong Indonesia dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018.

Dalam Konferensi tersebut, para pembicara menyatakan besarnya potensi pariwisata halal untuk dikembangkan mengingat banyaknya jumlah umat muslim di dunia.

Di sisi lain, wisata halal juga menghadapi berbagai tantangan, terutama  dari sisi budaya, demografi, tujuan maupun alokasi biaya yang dikeluarkan untuk berwisata. Untuk itu diperlukan pemahaman lebih dalam dari berbagai pihak dalam pengembangannya.

Hal lain yang mengemuka adalah bahwa wisata halal tidak dapat berdiri sendiri namun juga menjadi bagian dari keseluruhan industri halal, yang juga mencakup sektor finansial dan pembiayaan.

"Untuk itu, dari sisi Indonesia, sangat disadari pentingnya kerja sama dengan berbagai negara, pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mendorong pengembangan wisata halal. Kerja sama juga perlu dilakukan dengan pemangku kepentingan di daerah-daerah wisata halal," kata Achris.

Sekda Provinsi NTB, H Rosiady Sayuti mengatakan, Lombok yang dikenal sebagai pulau dengan pulau Seribu Masjid, memiliki potensi sangat besar untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata halal di Indonesia.

Jumlah wisatawan yang datang ke Lombok meningkat 50% dari 1 juta wisatawan di tahun 2016 menjadi 1,5 juta di tahun 2017. Mayoritas wisatawan berasal dari Australia, Malaysia, Singapura dan dari beberapa wilayah di Indonesia.

Pulau Lombok juga telah dicanangkan sebagai The Best Destination for Halal Tourism Resort di dunia dari CNBC Indonesia di tahun 2017 dan Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) tahun 2018.

Selain itu, Lombok juga berhasil mendapatkan penghargaan The World Halal Tourism dua tahun berturut-turut di tahun 2015 dan 2016 di Dubai sekaligus sebagai The World Best Halal Honeymoon Destination.

"Kegiatan kali ini ini diharapkan dapat menunjukkan kepada masyarakat internasional mengenai keindahan dan ketahanan Pulau Lombok, sekaligus mendukung pemulihan ekonomi di Provinsi NTB," tukasnya. K18