Kemenhub Kaji Kembali Perubahan Nama Bandara Lombok

Advertisement

Kemenhub Kaji Kembali Perubahan Nama Bandara Lombok

Redaksi KATAKNEWS
Rabu, 03 Oktober 2018

KATAKNEWS/Istimewa

HEARING DPD-KEMENHUB. Baiq Diyah Ratu Ganefi bersama Menhub Budi Karya Sumadi dan jajaran DPD RI serta para Dirjen Kemenhub, usai hearing DPD RI dan Kemenhub di Jakarta. 


JAKARTA, KATAKNEWS.com - Kementerian Perhubungan RI tengah mengkaji kembali perubahan nama Bandara Lombok Internasional Airport (LIA), yang sempat menjadi polemik di daerah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hal itu terungkap dalam hearing jajaran Kemenhub dengan DPD RI, Rabu (3/10) di Jakarta.

Dalam hearing yang dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan jajaran Dirjen itu, anggpta DPD RI Perwakilan NTB, Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi menanyakan terkait keputusan perubahan nama LIA menjadi ZAM International Airport.

Baiq Diyah mengatakan, meski secara substansial tidak akan mengganggu operasional bandara, namun perubahan nama berpotensi menimbulkan disharmini antar pihak yang pro dan kontra di NTB.

"Ini yang kami ingin mengetahui apa kebijakan pak Menteri terkait nama bandara Lombok," katanya.

Menjawab pertanyaan itu, Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, saat ini perubahan nama bandara di Lombok sedang dikaji ulang.

"Kami sedang mengkaji ulang (perubahan nama) bandara Lombok," kata Budi Karya.

Menurut Menhub, pengkajian kembali perubahan nama itu dengan mempertimbangkan masukan dari setiap Pemda, baik Pemprov NTB maupun Pemda Lombok Tengah, di mana lokasi bandara berada.

Pelabuhan Tano Segera Dibenahi 

Dalam pertemuan tersebut, Baiq Diyah juga menanyakan kondisi pelabuhan Poto Tano di Sumbawa Barat yang juga mengalami kerusakan aibat gempa bumi, dan saat ini masih dalam perbaikan.

Baiq Diyah meminta jajaran Kemenhub bisa melakukan percepatan perbaikan karena pelabuhan Poto Tano merupakan satu-satunya akses pelabuhan laut penghubung pulau Lombok dan Sumbawa.

"Sebab dengan terganggunya kelancaraan arus di pelabuhan ini, dampak ekonomi juga akan terasa di mana pelabuhan ini merupakan akses utama antar pulau, dan juga masuk dalam jalur nasional," katanya.

Baiq Diyah juga mendorong Kemenhub untuk segera memastikan fungsi pelabuhan Telong Elong di Lombok Timur.

Apalagi proyek yang sudah menghabiskan anggaran ratusan miliar rupiah itu, terkesan mangkrak dan tak digunakan saat ini.

"Kan sangat sayang, pelabuhan yang dibangun dengan dana besar tapi belum jelas pemanfaatannya," katanya.

Menurut Baiq Diyah, pelabuhan Telong Elong bisa menjadi pelabuhan alternatif penghubung Lombok dan Sumbawa ke depan.

Menjawab dua hal itu, Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, pelabuhan Poto Tano akan dipercepat proses perbaikannya.

Harapannya agar arus transportasi darat yang melintasi pelabuhan itu bisa kembali normal.

Sementara untuk pelabuhan Telong Elong, Menhub Budi Karya meminta agar masalah itu diatensi Dirjen Perhubungan Laut untuk dicarikan solusinya. K24