Hibur Anak Korban Gempa, Dharma Wanita Kemensos Gelar One Day For Children di Lombok Utara

Advertisement

Hibur Anak Korban Gempa, Dharma Wanita Kemensos Gelar One Day For Children di Lombok Utara

Redaksi KATAKNEWS
Kamis, 18 Oktober 2018

ONE DAY FOR CHILDREN. Loemongga Gumiwang Kartasasmita berbincang dengan salah seorang anak korban gempa NTB. Bersama jajaran Dharma Wanita Persatuan Kemensoso, istri Mensos Agus Gumiwang ini menggelar kegiatan one day for children di lokasi korabn gempa, di Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. (KATAKNEWS/Foto: Biro Humas Kemensos RI) 


LOMBOK UTARA - Jajaran Dharma Wanita lingkup Kementerian Sosial RI, Kamis (18/10) menggelar kegiatan One Day For Children di lokasi korban gempa bumi NTB, lapangan Supersemar, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dipimpin Ketua Dharma Wanita lingkup Kemensos RI, Ny Loemongga Gumiwang Kartasasmita, mereka bersapa dan berbagi keceriaan bersama sekitar 1.200 anak-anak korban gempa NTB.

Istri Mensos Agus Gumiwang yang hadir bersama persatuan ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Kementerian Sosial mengajak anak-anak bernyanyi dan menari. Ia juga menyerahkan bingkisan untuk anak-anak, meluncurkan maskot Program Kesejahteraan Sosial Anak, menyerahkan Tabungan Sosial Anak (TASA).

"Anak-anak adalah masa depan kita, masa depan bangsa Indonesia. Setelah bencana gempa bumi lalu, kehidupan sosial anak-anak berubah. Mereka terpaksa tinggal di pengungsian, sekolah dilakukan di tenda darurat, mereka tak punya mainan dan seragam sekolah karena tertimpa bangunan saat gempa," kata Loemongga Gumiwang.

Kondisi tersebut, lanjutnya, tentu menimbulkan rasa sedih sekaligus keinginan agar keadaan mereka dapat kembali seperti semula.

"Oleh karena itu, hari ini saya ingin mengajak mereka bermain, bergembira, dan mengembalikan semangat mereka," jelasnya.

Selain menghadiri acara One Day For Children, Ibu Menteri juga mengunjungi Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK) yang berada di Kota Mataram.

Balai ini sebelumnya bernama Panti Sosial Marsudi Putra Paramitha Mataram yang khusus melayani anak berhadapan dengan hukum (ABH), juga membuka layanan Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) untuk anak-anak korban pembuangan bayi, korban kejahatan seksual, korban kekerasan, korban penelantaran, dan korban-korban anak yang memerlukan perlindungan khusus lainnya.

"Kehadiran RPSA ini penting sebagai wujud nyata hadirnya negara dalam perlindungan sosial terhadap anak-anak Indonesia. Di sini mereka dilindungi, dipulihkan kondisi dan hak-haknya, didampingi dalam proses rehabilitasi dan reintegrasi bagi anak yang memerlukan perlindungan secara khusus sehingga anak dapat tumbuh kembang secara wajar," katanya. K21