Hearing dengan Bulog, BDRG Pastikan Stok Beras NTB Aman

Advertisement

Hearing dengan Bulog, BDRG Pastikan Stok Beras NTB Aman

Redaksi KATAKNEWS
Selasa, 02 Oktober 2018

KATAKNEWS/Bara Elank

BAHAS KETAHANAN PANGAN. Anggota DPD RI, Baiq Diyah Ratu Ganefi melakukan pertemuan membahas ketahanan pangan bersama Bulog dan DKP NTB.


MATARAM, KATAKNEWS.com - Stok cadangan beras di Bulog Divre NTB, masih mencukupi untuk kebutuhan NTB 12 atau 13 bulan mendatang.

"Stok beras kita aman 12 sampai 13 buan ke depan," kata anggota DPD RI Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (BDRG), usai menggelar pertemuan dengan perwakilan Bulog Divre NTB dan Dinas Ketahanan Pangan  NTB, Senin (1/10), di kantor DPD RI perwakilan NTB, di jalan Airlangga, Mataram.

Baiq Diyah menjelaskan, pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan DPD RI dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan para Dirjen Kementan RI di Jakarta beberapa hari lalu.

Pertemuan membahas sejumlah hal terkait pertanian dan ketahanan pangan di daerah.

Di NTB, Baiq Diyah sebagai wakil rakyat NTB kemudian menginisiasi hearing dengan para pihak untuk memastikan kondisi pangan di NTB.

"Di pusat (Kementan) sudah saya sampaikan apa-apa masalah pertanian kita termasuk soal harga bawang merah yang anjlok. Soal ketahanan pangan di daerah juga termasuk, sehingga di NTB saya lakukan (pertemuan) ini untuk memastikan stok kita aman," katanya.

Kepala Bidang Operasional dan Pelayanan Publik, Bulog Divre NTB, Burhanuddin Azhari menjelaskan, saat ini stok beras di gudang Bulog NTB tersedia sekitar 67.454 ton.

Stok ini menurut dia masih aman hingga 12-13 bulan ke depan.

Sebab, kebutuhan rerata beras NTB berkisar 5 ribu ton per bulan. Terdiri dari pagu Rastra 4.471 ton dan kebutuhan lainnya 600 ton.

"Kekuatan kita saat ini 67.454 ton. Kalau dikonversi kebutuhan rastra dengan pagu perbulan 4.471 ton kemudian pengeluaran lain-lain termasuk TNI, jadi total sekitar 5 ribu ton perbulan. Sehingga ketahanan stok bisa sampai 12 - 13 bulan ke depan, artinya sangat aman," kata Burhanuddin.

Dengan stok yang cenderung aman itu, harga beras di pasaran NTB juga masih stabil di angka Rp9000/Kg untuk beras medium.

"Harga beras kita stabil di angka Rp9.000 per Kg untuk medium. Sementara HET Rp9.450/Kg. Jadi kita masih di bawah HET," katanya.

Dalam pertemuan itu, BDRG juga memastikan kebutuhan beras untuk pengungsi korban gempa di NTB.

Hal itu untuk memastikan agar distribusi kebutuhan untuk mereka juga terpenuhi.

"Kebutuhan korban gempa juga harus dipastikan aman. Apalagi kita ini masih dalam tahap rehab dan rekon pasca bencana, jadi kebutuhan masyarakat ini juga harus jadi prioritas," kata Baiq Diyah.

Menjawab itu, Kabid Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Divre NTB, Burhanuddin mengatakan, cadangan beras untuk korban gempa NTB juga cenderung aman.

Ia memaparkan, setidaknya sebanyak 500 ton beras cadangan pemerintah sudah disalurkan ke daerah terdampak.

"Ada 100 ton di Provinsi NTB, 100 ton di Lombok Utara, 100 ton di Lombok Timur, 100 ton di Lombok Barat, dan 100 ton lagi dalam proses untuk Lombok Tengah. Jadi totalnya ada 500 ton, dan itu mencukupi," katanya. K18