Dana Tersedia di BNPB Rp1 Triliun untuk 44 Ribu Rumah Terdampak Gempa NTB

Advertisement

Dana Tersedia di BNPB Rp1 Triliun untuk 44 Ribu Rumah Terdampak Gempa NTB

Redaksi KATAKNEWS
Selasa, 16 Oktober 2018

Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Harmensyah, usai rapat koordinasi di kantor Gubernur NTB.(KATAKNEWS/Bara Elank)

MATARAM - Lambatnya proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa bumi di wilayah NTB, ternyata bukan lantaran terbatasnya dana pemerintah.

Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi BNPB, Harmensyah menegaskan, saat ini dana tersedia di BNPB untuk rekonstruksi di NTB tercatat sekitar Rp1 Triliun, yang siap dialokasikan untuk 44 ribu rumah terdampak gempa di NTB.

"Per tanggal 12 Oktober itu dana tersedia sudah lebih dari Rp1 Triliun, itu untuk lebih kurang  44 ribu (Rumah Rusak). Tapi di lapangan ini harus dibentuk dulu Pokmas supaya bisa segera dicairkan di BRI," kata Harmensyah, usai menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi PDB Gempa NTB, Selasa (16/10) kantor Gubernur NTB, di Mataram.

Hanya saja, meski dana sudah tersedia untuk 44 ribu rumah, hingga saat ini jumlah masyarakat penerima bantuan yang sudah membentuk Pokmas baru sekitar 7.861 orang atau mewakili 7.861 unit rumah yang sudah siap bangun.

"Sehingga percepatan harus dilakukan. Bagaimana rumah-rumah masyarakat segera dibangun. Dana sudah disalurkan ke rekening, tinggal masyarakat membentuk Pokmas. Tapi pembentukan Pokmas ini tergantung dari Kabupaten dan Kota masing-masing, jadi Pemda memang harus cepat juga," katanya.

Harmensyah mengatakan, selain 44 ribu rumah yang sudah tersedia dananya dan harus segera diselesaikan untuk pembangunan rumah, BNPB juga sudah memasukan usulan dana stimulan untuk 26 ribu rumah lagi ke Kementerian Keuangan.

Selain itu, saat ini juga sedang diproses verifikasi tambahan untuk 74 ribu rumah lagi.

"Jadi sudah tersedia 44 ribu, kemudian kita sudah ajukan tambahan 26 ribu ke Kementerian Keuangan. Saat ini kita juga masih proses 74 ribuan lagi untuk segera diajukan lagi (ke Kementerian Keuangan)," katanya.

Terkait proses pencairan dana, Harmensyah mengatakan, hal itu yang menjadi bagian penting dari rapat koordinasi tersebut.

"Inilah pentingnya rapat hari ini. Ya kita kasihkan kemudahan, sekarang ini hanya dengan satu formulir saja masyarakat sudah bisa mencairkan dananya," katanya.

Ia menegaskan, pasca rapat itu maka penyelesaian tahap pertama untuk pembangunan 7.861 rumah sudah harus bisa segera diselesaikan.

Rapat Koordinasi dipimpin Gubernur NTB DR H Zulkieflimansyah bersama Wagub NTB Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, dihadiri Assiten OPerasi Kogasgabpad PDB Gempa NTB, Kolonel Inf Hengki Yudha Setiawan, sejumlah Bupati, perwakilan BRI, dan sejumlah pejabat dari instansi terkait lainnya. K18