BPPD NTB Gagas Event Festival Zikir Senggigi di Akhir Tahun

Advertisement

BPPD NTB Gagas Event Festival Zikir Senggigi di Akhir Tahun

Redaksi KATAKNEWS
Senin, 15 Oktober 2018

KETUA BPPD NTB TGH Fauzan Zakaria bersama Direktur Eksekutif BPPD NTB, Fahrurrozi Gajar, saat memberikan keterangan pers di Mataram.(KATAKNEWS/Istimewa)

MATARAM - Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, tengah terus berupaya mempercepat proses recovery pariwisata NTB pasca bencana gempa bumi.

Salah satunya adalah rencana menggelar event Festival Zikir di akhir tahun ini, tepat pada moment pergantian tahun 2018-2019 nanti.

"Ini sedang kita matangkan konsepnya. Jadi Festival Zikir di Senggigi bisa jadi warna baru pergantian tahun nanti," kata Ketua BPPD NTB, TGH Fauzan Zakaria, saat menggelar silahturahmi BPPD NTB bersama media, di Mataram.

Menurutnya, ide menggelar Festival Zikir tak lepas dari kondisi pariwisata NTB khususnya di pulau Lombok yang masih harus kembali berbenah pasca dilanda bencana gempa bumi.

Moment pergantian tahun sedapat mungkin dikemas ke arah kegiatan-kegiatan yang bersifat religi.

Selain sebagai pemicu kembalinya minat wisata ke Lombok, event itu juga bisa menjadi sarana trauma healing bagi masyarakat NTB.

"Jadi kemasan malam tahun baru dibuat lebih religi lewat Festival Zikir ini. Tentu saja, kita bersama juga mendoakan agar Lombok dan NTB secara umum bisa segera bangkit dan selanjutnya terhindar dari segala musibah dan bencana," katanya.

Ia menjelaskan, dalam event Festival Zikir itu, sejumlah Ulama Sufi dari Timur Tengah dan Ulama-Ulama kondang nasional bakal dihadirkan.

Direktur Eksekutif BPPD NTB, Fahrurrozi Gafar menjelaskan, Festival Zikir adalah sebuah terobosan dalam penyelenggaraan sebuah event pariwisata.

"Ini Insya Allah akan jadi satu-satunya di dunia dan yang pertama, Spiritual Event yang disanding-padankan dengan nuansa alam, pantai, yang akan memberikan nuansa berbeda pada setiap perayaan pergantian tahun," katanya.

Menurut Gafar, event Festival Zikir rencananya akan diselenggarakan rutin pada setiap akhir tahun, sebagai sebuah alternatif dari perayaan tahun baru konvensional.

Hal ini, akan selaras dengan branding pariwisata NTB yang sudah terkenal sebagai destinasi wisata halal.

"Sehingga nuansa Pariwisata halalnya, lebih terasa," katanya.

Ia memaparkan, Festival Zikir nantinya menjadi perayaan puncak dari beberapa acara festival yang digelar dalam rangkaiannya.

Misalnya saja, pentas musik Sufi Zikir Zaman, Cilokak Islami, lomba musikalisasi Islami, dan lain sebagainya.

Ia menambahkan, event Festival Zikir tersebut saat ini tengah terus dimatangkan persiapannya, termasuk dukungan berbagai pihak dan juga aspek lainnya.

"Rencananya di Senggigi (untuk di pulau Lombok), dan di pulau Kenawa (untuk Sumbawa)," katanya. K18