BPPD NTB Apresiasi Kemenpar Percepat Pemulihan Pariwisata

Advertisement

BPPD NTB Apresiasi Kemenpar Percepat Pemulihan Pariwisata

Redaksi KATAKNEWS
Sabtu, 27 Oktober 2018

FGD WISATA HALAL.Asisten Deputi Infrastruktur dan Ekosistem Kemenpar RI, Indra Ni Tua bersama Ketua BPPD NTB Fauzan Zakaria dalam acara FGD Desain Strategi dan Rencana Aksi (DSRA) Wisata Halal NTB, Jumat (26/10)  di Hotel Aston, Mataram.(KATAKNEWS/Istimewa)

MATARAM - Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB Fauzan Zakaria Amin mengapresiasi langkah cepat Kementerian Pariwisata dalam mempercepat perluasan pasar wisata Halal NTB.

Menurutnya, keberpihakan anggaran dan kebijakan yang diberikan pemerintah pusat dirasa sangat membantu percepatan pemulihan pariwisata pascagempa.

Hal ini ditegaskan Fauzan di sela-sela acara Focus Group Discussion (FGD) Desain Strategi dan Rencana Aksi (DSRA) Wisata Halal NTB yang digelar di Hotel Aston Inn, Mataram, Jumat (26/10) siang.

“Kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Kemenpar, adanya kegiatan dan keberpihakan anggaran kementerian kami rasa sangat membantu pemulihan industri pariwisata Lombok Sumbawa,” ujar Fauzan.

Seperti diketahui Kemenpar mengucurkan anggaran khusus sekitar Rp 20 miliar dalam rangka mempercepat pemulihan pariwisata.

Selain itu Kementerian berupaya menggelar ragam kegiatan untuk menarik kunjungan wisatawan ke NTB. Termasuk juga menggelar famtrip, roadshow dan trauma healing terhadap para pelaku pariwisata.

“Bagi kami upaya-upaya nyata seperti ini sangat membantu dan sesuai dengan arahan dan upaya yang dilakukan Pak Gubernur di masa pemulihan ini ,” tambahnya

Kemudian terkait FGD ini, Fauzan menyebut hal ini menjadi bagian dari upaya nyata untuk mempercepat perluasan pasar pariwisata halal.

Sementara itu Asisten Deputi Infrastruktur dan Ekosistem pada Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar RI, Indra Ni Tua memaparkan tentang peluang dan tantangan pengembangan wisata NTB ke depan.

Menurutnya dalam persaingan pariwisata global NTB masih diuntungkan dari kekayaan segi sumber daya alam dan budaya.

Namun hal itu belum didukung oleh ketersediaan sumber daya manusia yang mampu bersaing secara internasional.

“Karena itu kualitas Sumber Daya Manusia ini yang perlu kita tingkatkan,” ujarnya.

Dalam FGD tersebut Kementerian mengumpulkan stakeholder terkait untuk merumuskan desain strategi dan rencana aksi (DSRA) wisata halal NTB.

Ke depan desain ini akan menjadi pedoman utama dalam pengembangan dan penataan wisata halal NTB. K24/*