Baiq Diyah Ganefi : Perempuan Harus Jadi Agen Perubahan untuk Keselamatan Berkendara

Advertisement

Baiq Diyah Ganefi : Perempuan Harus Jadi Agen Perubahan untuk Keselamatan Berkendara

Redaksi KATAKNEWS
Selasa, 23 Oktober 2018

KESELAMATAN BERKENDARA. Ketua IWAPI NTB, Baiq Diyah Ratu Ganefi (tengah) bersama jajaran IWAPI dalam kegiatan Sosialisasi Keselamatan Berlalulintas, Senin (22/10), di Mataram.(KATAKNEWS/Istimewa) 

MATARAM - Peran kaum perempuan dinilai penting dan strategis dalam peningkatan kesadaran Keselamatan Berkendara atau Safety Riding. Peran aktif mereka dalam sosialisasi dan kampanye terkait Safety Riding juga akan lebih maksimal, terutama untuk membentuk kesadaran sejak dini untuk anak-anak.

"Peran perempuan penting dan strategis untuk kampanye keselamatan berkendara. Sebab anak kebanyakan lebih mendengar (apa nasihat) ibunya. Jadi ibu-ibu bisa mulai dari keluarga untuk mensosialisasikan keselamatan berkendara," kata Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi NTB, Baiq Diyah Ratu Ganefi, dalam Sosialisasi Keselamatan Berlalulintas bagi Perempuan Pengendara, Senin (22/10) di Kantor Dinas Perhubungan NTB.

Kegiatan sosialisasi terselenggara atas kerjasama IWAPI melalui program Kemitraan Indonesia Australia Untuk Infrastruktur (KIAT), bersama Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ) NTB. Sosialisasi juga melibatkan narasumber dari Ditlantas Polda NTB dan Satlantas Polres Mataram, diikuti lebih dari 100 peserta yang terdiri dari anggota IWAPI dan sejumlah elemen komunitas perempuan di NTB.

Baiq Diyah yang juga anggota DPD RI perwakilan NTB ini menekankan, selama ini muncul stigma bahwa perempuan yang mengendarai kendaraan kerap lalai dalam memperhatikan keselamatan berlalu lintas.

"Sehingga melalui sosialisasi keselamatan pengendara ini, stigma tersebut coba kita hapus. Bahkan kita harus dorong agar kaum perempuan bisa menjadi agen perubahan dalam hal keselamatan berlalulintas," tukas Baiq Diyah.

Berdasarkan data FLLAJ NTB, angka kecelakaan lalulintas perhari mencapai 11,07 persen bahkan angka terrsebut melampui angka kecelakaan nasional.

Melalui sosialisasi ini diharapkan perempuan sebagai agen keselamatan berkendara dapat menularkan pentingnya memperhatikan tertib berlalulintas sekaligus memberikan sosialisasi pentingnya keselamatan berkendara.

Ketua FLLAJ NTB, Asep Supriyatna mengatakan, perempuan sebagai agen keselamatan diharapkan bisa menularkan keselamatan berkendara bagi yang lain. Misalnya dengan cara lebih tertib dalam berkendara mulai dari disiplin menggunakan helm hingga klik, membawa SIM, STNK, dan lainnya.

"Berbagai upaya dilakukan untuk menekan angka kecelakaan termasuk kegiatan sosialisasi ini, sosialisasi ini sangat penting untuk mengurangi tingkat kecelakaan yang terjadi," kata Asep.

Dalam sosialisasi itu, perwakilan dari Ditlantas Polda NTB dan Polres Mataram juga mensosialisasikan tentang rambu-rambu lalu lintas. Adapun faktor kecelakaan terjadi paling besar karena faktor human eror selain kondisi kendaraan, jalan dan cuaca.

Sementara, perwakilan Jasa Raharja cabang NTB, Linda Rahmawati menjelaskan tentang pengajuan klaim asuransi jiwa sebuah kecelakaan lalulintas terjadi. Menurut dia, klaim akan disesuaikan dengan akibat kecelakaan, meliputi luka ringan, berat, dan korban jiwa.

"Pengajuan klaim pun harus dengan surat laporan ke Polisi," katanya.

Kegiatan sosialisasi  berjalan menarik dengan diskusi yang berlangsung hangat. Anggota IWAPI se Pulau Lombok yang hadir terlihat antusias mendengarkan penjelasan dari narasumber. K18