Percepat Recovery Pariwisata, BPPD NTB Gagas Volunteer Tourism

Advertisement

Percepat Recovery Pariwisata, BPPD NTB Gagas Volunteer Tourism

Redaksi KATAKNEWS
Selasa, 11 September 2018

KATAKNEWS/Dok.BPPD NTB

VOLUNTOURISM. Direktur Eksekutif BPPD NTB, Fahrurrozi Gafar saat memaparkan konsep Volunteer Tourism, dalam Gala Dinner bersama peserta Sail Moyo Tambora, di Labuhan Bajo, Flores, NTT.


MATARAM - Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menggagas konsep Volunteer Tourism (Voluntourism), untuk mempercepat daya bangkit dalam recovery sektor pariwisata di Lombok, NTB.

"Volunteering Tourism ini bisa menjadi strategis percepatan recovery (pariwisata) kita. Jadi wisatawan dan relawan luar yang ingin membantu korban gempa bisa sekaligus menikmati paket wisata," kata Direktur Eksekutif BPPD NTB, Fahrurrozi Gafar.

Fahrurrozi mengatakan, gagasan ini muncul lantaran mulai banyaknya permintaan luar negeri.

Banyak pihak di luar negeri termasuk para wisatawan yang sudah pernah berkunjung ke Lombok, ikut peduli dengan penanganan pasca bencana gempa bumi Lombok.

Dari Australia misalnya, VITO Australia sudah menyatakan bersedia memfasilitasi pertemuan dengan para Tour Operator yang bisa mem- provide baik skilled maupun unskilled tourists untuk melakukan aktivitas volunteer touring di Lombok.

"Ibu Miriam Tulevsky dari VITO Australia, menyampaikan hal itu. Pihaknya bersedia fasilitasi. Kami yakin dari negara lain juga banyak yang punya minat sama," katanya.

Misalnya, mereka punya tim sumber daya air yang bisa membantu masalah kebutuhan air di lokasi terdampak gempa.

Di satu sisi kerja kemanusiaan ini membantu korban gempa, dan sisi lain bisa menjadi potensi wisata jika dikemas baik.

"Jadi selain kerja kemanusiaan, para volunteer ini juga bisa menikmati destinasi wisata kita," katanya.

Menurut dia, saat ini beberapa paket Voluntourism sudah diujicoba oleh beberapa travel agent, dengan rate tarif Rp1,9 Juta untuk paket 3 hari 2 malam.

Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Fahrurrozi mengatakan, untuk mengembangkan konsep voluntourism ini, diperlukan kontribusi dan kolaborasi semua pihak termasuk pelaku industri pariwisata.

"PHRI dan Asita misalnya bisa berperan juga dengan memberikan discount-discount khusus untuk paket voluntourism ini," katanya.

Menurutnya, jika paket voluntourism ini bisa berjalan baik, maka proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang tengah dilakukan untuk enam bulan ke depan, bisa berjalan baik tanpa berdampak signifikan pada angka kunjungan wisata di NTB. K24