Dongeng Anak dan Sulap, Cara Scooterist Indonesia Beri Trauma Healing untuk Korban Gempa Lombok

Advertisement

Dongeng Anak dan Sulap, Cara Scooterist Indonesia Beri Trauma Healing untuk Korban Gempa Lombok

Redaksi KATAKNEWS
Minggu, 23 September 2018

KATAKNEWS/Istimewa

TRAUMA HEALING. Anggota Scooterist Indonesia bersama ISBI Peduli Lombok berpakaian SD saat melakukan trauma healing untuk anak korban gempa di Lombok, NTB. 

MATARAM, KATAKNEWS.com -  Scooterist Indonesia bersama ISBI Peduli Lombok menggelar serangkaian kegiatan trauma healing untuk para korban gempa, khususnya anak-anak, di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Trauma healing dengan cara menyampaikan dongeng anak-anak, ini dilakukan bersama anak-anak di lokasi pengungsian.

Uniknya, para pecinta Vespa ini  juga mengenakan pakaian sekolah dasar (SD) agar lebih mudah berbaur akrab dengan anak-anak.

Koordinator Scooterist Indonesia bersama ISBI Peduli Lombok, Ketut Mataram atau yang akrab disapa Taram Scootland menjelaskan, kegiatan trauma healing dilaksanakan selama dua hari sejak Sabtu (22/9) di Pemenang, Lombok Utara, dan Minggu (23/9) di Desa Selat, Kecamatan Narmada, Lombok Barat.

Hal ini dilakukan untuk membantu anak-anak korban gempa, karena harus diakui dampak yang ditimbulkan pascakejadian bencana sangat besar bagi pertumbuhan terutama psikologis dan sosio emosional pada anak.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memotivasi anak-anak untuk tidak takut dan tetap waspada ketika bencana datang,” kata Taram Scootland.

Selain melakukan trauma healing, papar Taram Scootland, kegiatan juga diisi dengan penyaluran bantuan makanan cepat saji berupa mie instan dan air mineral pada para korban terdampak gempa bumi di dua wilayah itu.

Para pelajar di lokasi pengungsian, juga dibantu dengan pemberian sejumlah perlengkapan sekolah.

"Kami juga membagikan pakaian layak pakai dan seragam yang layak bagi para siswa di dua wilayah itu,” katanya.

Kegiatan trauma healing yang digelar Scooterist Indonesia bersama ISBI Peduli Lombok, disambut antusias oleh anak-anak korban gempa di dua lokasi kegiatan, naik di Lombok Utara maupun di Lombok Barat.

Para anak korban gempa juga nampak senang dan gembira disaat hiburan badut dan permainan sulap yang disuguhkan para anggota komunitas scooter alias vespa dari berbagai wilayah di Pulau Lombok itu.

“Semua permainan yang kita suguhkan itu adalah kreasi dari para anggota komunitas. Termasuk, mereka berpakaian anak sekolah dasar dalam menghibur tidak lain untuk membuat anak-anak korban gempa tidak melupakan sekolahnya,” tukas Taram. K24