Dinilai Berkonten Vulgar, Baiq Diyah Sesalkan Gelaran Fashion Show Sail Moyo Tambora 2018

Advertisement

Dinilai Berkonten Vulgar, Baiq Diyah Sesalkan Gelaran Fashion Show Sail Moyo Tambora 2018

Redaksi KATAKNEWS
Sabtu, 15 September 2018

KATAKNEWS/Istimewa

TERKESAN VULGAR. Penampilan sejumlah model dalam event Fashion Show Sail Moyo Tambora 2018 yang digelar di Sumbawa, NTB. Hal ini menuai kritik lantaran berkonten vulgar.


MATARAM -  Liukan tubuh ramping sejumlah model wanita dengan busana mini dan seksi, yang turut mewarnai gelaran Fashion Show Sail Moyo Tambora 2018, di Sumbawa beberapa hari lalu, terus menuai kritik.

Selain dinilai berkonten vulgar lantaran busana mini yang lebih menonjolkan lekuk tubuh model, hal itu juga bertentangan dengan adat budaya ketimuran yang masih sangat dijaga di Lombok dan Sumbawa, NTB.

"Ya ini cukup kita sesalkan juga. Nusa Tenggara Barat dengan julukan Pulau Seribu Masjid dan masyarakatnya masih memegang budaya ketimuran, tapi justru ada suguhan yang kontennya vulgar," kata Anggota DPD RI, Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi, Sabtu (15/9) di Mataram.

Menurut Baiq Diyah, konsep glamour yang dimunculkan dalam gelaran Fashion Show itu, juga dinilai kurang tepat momentnya, mengingat kondisi sosial psikoligis masyarakat NTB yang baru saja ditimpa musibah dengan bencana gempa bumi.

"Kalau memang panitia ingin menampilkan sesuatu yang berbeda dalam Sail Moyo Tambora ini, harusnya tidak perlu dengan kemasan vulgar yang justru berdampak kurang baik bagi masyarakat," katanya.

Menurutnya, Sail Moyo Tambora 2018 dengan Fashion Show yang terkesan vulgar, tentu mencoreng citra daerah.

Apalagi saat ini NTB telah dikenal dunia sebagai destinasi wisata dengan konsep utama wisata halal atau halal tourism.

Tidak hanya berpengaruh pada sudut pandang pariwisata, tambahnya, namun juga secara tak langsung memberikan dampak buruk bagi generasi muda yang seharusnya dapat terus menjaga nama baik daerah.

“Saya menyayangkan saja untuk generasi generasi penerus bangsa kalau hal itu terjadi dan hal itu tidak diperhatikan, maka apa jadinya para generasi kita mendatang. Sangat saya sayangkan untuk hal ini,” tukasnya.

Wanita keibuan yang juga Ketua IWAPI NTB ini menekankan, agar gelaran Fashion Show yang sudah terlanjur banyak menuai kritik itu, bisa menjadi pelajaran berharga ke depannya.

Baiq Diyah mengatakan, sebenarnya potensi NTB sangat besar untuk kegiatan fashion show.

Bukan hanya sebagai destinasi wisata, Lombok dan Sumbawa juga memiliki potensi produk kerajinan lokal yang sudah menjadi inspirasi banyak perancang busana ternama nasional.

"Tentu akan lebih menarik jika fashion show itu digelar dengan mengangkat potensi tenun lokal kita. Selain lebih menghargai kearifan lokal, ini tentunya akan lebih berkesan sebagai suguhan pariwisata dalam pesona Lombok - Sumbawa," katanya.

Seperti diketahui, Fashion Show menjadi salah satu dari belasan kegiatan dalam rangkaian Sail Moyo Tambora 2018.

Kegiatan dengan core utama menyambut peserta World Internasional Sailing 2018 itu dibuka secara resmi oleh Menko Kemaritiman Luhut B Panjaitan bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menpar Arif Yahya dan Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi, di pelabuhan Badas, Sumbawa, pekan lalu.

Marwah kegiatan nasional untuk membangkitkan Pariwisata NTB setelah dilanda bencana gempa, sedikit tercoreng dengan gelaran fashion show yang justru menuai banyak kritik tersebut. K24