TNI Gelar Karya Bhakti Bersihkan Puing-Puing Bangunan Dampak Gempa Lombok

Advertisement

TNI Gelar Karya Bhakti Bersihkan Puing-Puing Bangunan Dampak Gempa Lombok

KATAKNEWS.com
Rabu, 01 Agustus 2018

KATAKNEWS/Foto: Penrem 162 WB
BERSIHKAN PUING. Personil TNI bersama warga membersihkan puing-puing bangunan rumah yang rusak akibat gempa bumi di Kecamatan Sembalun Lombok Timur.


LOMBOK TIMUR, KATAKNEWS.com - Jajaran TNI dari Korem 162 Wirabhakti dan Kodim 1615/Lombok Timur menggelar karya bhakti bersama masyarakat, Rabu (1/7) membersihkan puing-puing bangunan rumah yang rusak akibat gempa di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur.

Ratusan personel TNI dan Pramuka Saka Wira Kartika binaan Korem 162/WB bersama masyarakat dibagi menjadi 5 kelompok dengan target ditiap-tiap Desa se-Kecamatan Sembalun.

Dandim 1615/Lotim Letkol Inf Agus Setiandar mengatakan, karya bhakti ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk membantu para korban gempa bumi.

"Sesuai data yang sudah dihimpun, ribuan rumah yang rusak berat maupun ringan baik yang ada di Kecamatan Sembalun maupun Sambelia akan kita bantu bersihkan," katanya.

Namun untuk pembangunannya sambung Agus, sesuai petunjuk dan arahan dari pimpinan akan diserahkan kepada warga mengingat anggaran dana akan diserahkan langsung kepada masing-masing warga yang rumahnya rusak oleh BNPB yang pelaksanaan dibantu dan diawasi oleh Gubernur atau pun Bupati Lombok Timur.

Hingga Rabu sore (1/7) puluhan rumah sudah dibersihkan dan siap untuk dibangun kembali oleh pemiliknya.

"Hanya Puskesmas pembantu yang masih dilanjutkan esok hari," katanya.

Secara terpisah, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, karya bhakti tersebut akan digelar hingga tuntas baik yang ada di Kecamatan Sembalun maupun di Kecamatan Sambelia.

"Ini upaya kami sebagai aparat Komando Teritorial yang ada di wilayah untuk membantu masyarakat yang terkena musibah gempa," kata Rizal.

Dijelaskan, anggaran dana yang akan diberikan nanti untuk renovasi ataupun bangun ulang bagi yang rumahnya rusak berat sesuai petunjuk dan arahan Presiden RI kepada Menteri PUPR saat kunjungan dilokasi bencana yakni sekitar Rp40 juta hingga Rp50 juta per keluarga, namun itu dilihat berdasarkan tingkat kerusakan rumah.

"Semoga cuaca tetap mendukung sehingga proses pembersihan secepatnya bisa diselesaikan sehingga warga secepatnya bisa membangun dan menempati rumahnya kembali," katanya. K24




Editor : Bara Elank