Seratusan Desa di NTB Dilanda Kekeringan dan Krisis Air Bersih

Advertisement

Seratusan Desa di NTB Dilanda Kekeringan dan Krisis Air Bersih

KATAKNEWS.com
Kamis, 05 Juli 2018


MENUNGGU AIR. Sejumlah warga di Desa Banyu Urip, Lombok Barat, Kamis (5/7) menyiapkan ember dan bak, menunggu droping air bersih yang disalurkan Pemda Lombok Barat. Hingga saat ini sedikitnya 100 desa di Provinsi NTB dilanda kekeringan, sebagian diantaranya berada di Lombok Barat.(KATAKNEWS/Foto: Dok. Humas Pemda Lombok Barat)  


MATARAM, KATAKNEWS.com - Sedikitnya 100 desa yang tersebar di 9 daerah dari 10 Kabupaten dan Kota sewilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai dilanda kekeringan dan krisis air bersih sejak sebulan terakhir.

"Sekitar 100 desa saat ini tercatat terdampak kekeringan dan krisis air bersih. Meski jumlah ini relatif lebih sedikit dibanding kekeringan tahun lalu yang mencapai 380 desa, hal ini tetap menjadi perhatian BPBD NTB lantaran musim penghujan diperkirakan baru akan terjadi pada Oktober," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB Agung Pramuja, Kamis (5/7) di Mataram.

Menurutnya, 100 desa itu tersebar di 9 daerah Kabupaten dan Kota di NTB, kecuali Kota Mataram. Di pulau Lombok, daerah yang terdampak meliputi, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Lombok Utara.

Sementara di pulau Sumbawa, meliputi Kabupaten Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima.

Jumlah desa terdampak kekeringan diperkirakan masih akan bertambah, sebab puncak kekeringan diprediksi akan terjadi pada Agustus hingga Oktober mendatang.

Sejumlah kawasan terdampak yang mulai parah berada di Kecamatan Pujut, Praya Timur, Praya Barat, dan Praya Barat Daya (Lombok Tengah), Kecamatan Kayangan dan Bayan (Lombok Utara), Kecamatan Sekotong Tengah, dan Kuripan (Lombok Barat), serta Kecamatan Keruak, Jerowaru  dan Sakra Timur (Lombok Timur), dan sebagian besar pesisir selatan di pulau Sumbawa.

"Kekeringan dan krisis air mulai nampak terasa di sejumlah wilayah itu sejak bulan puasa, sudah ada beberapa tempat (terdampak) sejak waktu itu," katanya.

Ia mengatakan, di wilayah terdampak kekeringan dan krisis air bersih, BPBD NTB bersama jajaran BPPD Kota dan Kabupaten sudah melakukan upaya antisipasi dengan mendroping kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

BPBD NTB juga telah mengeluarkan surat edaran kepada BPBD Kabupaten dan Kota untuk terus bergerak menginventarisir titik-titik kekeringan, mendistribusikan permintaan air, menggelar rapat koordinasi dengan instansi terkait seperti TNI dan Polri untuk mengambil langkah-langkah percepatan pengamanan mengantisipasi kekeringan.

"Kami juga sudah meminta BPPD Kabupaten dan Kota agar mengajukan usulan surat keputusan status darurat kepada Bupati atau Walikota. Status darurat ini perlu, karena kekeringan sudah terjadi di beberapa titik dan sudah menampakan diri," katanya.

Agung juga meminta BPBD kabupaten/kota melaporkan permasalahan dan kekurangan yang ada untuk dibahas di tingkat provinsi. Nantinya, BPBD BTB akan mencari jalan keluar terkait alokasi anggaran, apakah menggunakan dana tak terduga Provinsi atau dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Di Lombok Barat, Pemda setempat sudah mulai menyikapi kondisi kemarau dan berkurangnya ketersediaan air bersih akibat mengeringnya sumur-sumur masyarakat di sejumlah wilayah.

Pemda Lombok Barat melalui beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti BPPD dan Dinas Pemadam Kebakaran sudah mulai mendistribusikan air bersih ke desa-desa terdampak kekeringan.

"Selain BPBD Lombok Barat, suplai air bersih juga dilakukan Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) Lombok Barat di beberapa dusun atau titik rawan air bersih," kata Kabag Humas Pemda Lombok Barat, H Saeful Akhkam.

Pada Kamis (5/7) droping air bersih dilakukan di tiga dusun di Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Lombok Barat. Droping dilakukan menggunakan mobil tangki DPK Lombok Barat.

Setidaknya disiapkan 2 sampai 4 tangki air bersih berkapasitas 5000 Liter untuk melayani permintaan air bersih dari masyarakat di setiap titik-titik rawan kekeringan.

Sebelumnya droping air bersih juga dilakukan BPBD Lombok Barat dan juga Dinas Sosial Lombok Barat di sejumlah Desa yang dilanda kekeringan di wilayah Lombok Barat. K24




Editor : Hanaku Lanank Pandu