PKP Berdikari dan Seknas Jokowi NTB Apresiasi Prestasi Lalu Zohri

Advertisement

PKP Berdikari dan Seknas Jokowi NTB Apresiasi Prestasi Lalu Zohri

KATAKNEWS.com
Jumat, 13 Juli 2018


APRESIASI ZOHRI. Jajaran PKP Berdikari dan Seknas Jokowi NTB bersama kakak Zohri, Lalu Lahrif dan Fazilah, Jumat (13/7) berfoto bersama di depan rumah keluarga Lalu M Zohri.(KATAKNEWS/Istimewa)




LOMBOK UTARA, KATAKNEWS.com -  Jajaran Pusat Kajian Pengembangan (PKP) Berdikari dan Seknas Jokowi NTB, Jumat (13/7) berkunjung ke rumah keluarga Lalu Muhammad Zohri, di Dusun Karang Pangsor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara.

Selain untuk menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas prestasi Zohri yang mengharumkan nama Indonesia, kunjungan jajaran PKP Berdikari dan Seknas Jokowi NTB, juga menyampaikan donasi senilai Rp10 juta sebagai bentuk penghargaan terhadap prestasi yang telah diukir Zohri.

Kunjungan PKP Berdikari dan Seknas Jokowi disambut oleh dua kakak kandung Zohri, Lalu Mahrif dan Fazilah.

"Kami datang ke rumah keluarga Zohri untuk menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi Zohri," kata Ketua Seknas Jokowi NTB, Lalu Fatahillah.

Menurutnya, Zohri sudah berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional dengan menoreh prestasi spektakuler yang mencatat sejarah baru perkembangan atletik Indonesia.

Lalu Mohamad Zohri berhasil meraih medali emas di kejuaraan dunia lari 100 meter IAAF U20 di Finlandia.

Lalu Fatahillah memaparkan, Lalu Muhammad Zohri alias Badok adalah seorang anak yatim piatu, lahir di Karang Pansor pada 1 Juli 2000.

Bapaknya L Ahmad Yani meninggal tahun lalu, sementara ibunya Saeriah meninggal tahun 2015.

"Zohri yang tinggal di Dusun Karang Pansor, Desa Pemenang Barat, Lombok Utara hidup bersama dua kakaknya," ungkapnya.

Sementara itu , Lanjut Lalu Fatahillah pendidikan terakhir anak bungsu dari keluarga Lalu Ahmad Yani ini ditempuh adalah Sekolah Menengah Atas di SMAN 2 Mataram.

"Dalam usia 18 tahun sudah banyak prestasi yang diraihnya dalam lari 100 meter. Pada tahun 2017,  Zohri meraih 7 medali emas pada kejuaraan tingkat nasional," ucap Lalu  Fatahillah yang mereview perjalanan karier olah raga Zohri.

Lalu Fatahillah menambahkan tahun 2018 ini, Zohri menorehkan prestasi yang cukup fantastis yakni kejuaraan atletik junior Asia 100 meter di Jepang, meraih medali emas  dengan catatan waktu 10.27 detik.

Pada Kejuaraan Dunia U20 untuk kejuaraan lari 100 meter di Finlandia, Zohri kembali meraih medali emas dengan catatan waktu 10.18 detik.

"Suatu prestasi yang fantastis yang belum pernah diraih atletik lari Indonesia sebelumnya," lanjut Fatahillah.

Menurut dia, sebagai Relawan Jokowi di Nusa Tenggara Barat, pihaknya bangga dan sangat bersuka cita atas prestasi Lalu Zohri meraih emas juara dunia lari 100 meter di Finlandia.

Sementara itu, Osmar Tanjung dari Pusat Kajian Pengembangan Berdikari (PKP Berdikari) menegaskan, maksud dan tujuan PKP Berdikari dan Seknas Jokowi NTB berkunjung ke rumah keluarga Lalu Zohri untuk  memberikan apresiasi atas  prestasi yang dicapai Lalu Zohri.

"Salut atas prestasi dunia yang diraih Zohri ini, kami memberikan apresiasi apresiasi dalam  bentuk donasi tunai  masing-masing Rp5 juta dari Seknas Jokowi NTB dan PKP Berdikari yang langsung diterima keluarga Zohri," katanya.

Bagi Osmar Tanjung apa yang dicapai Zohri telah mengangkat harkat dan martabat NTB baik di mata Indonesia maupun warga dunia.

"Sebagai sprinter, perjuangan Zohri mencapai prestasi dunia yang diraih hanya dalam waktu 4 tahun adalah sesuatu yang fantastis,"katanya .

Menurut Osmar prestasi yang diraih Zohri tidak terlepas dari bimbingan dan kesabaran ibu guru olahraga Zohri di SMP I Pemenang yakni Ibu Rosida.

"Tanpa lelah, Ibu Rosida mengajak dan terus membujuk Zohri untuk latihan. Zohri yang bersekolah tanpa alas kaki ini, akhirnya mau berlatih ketika kelas 3 SMP," ungkap  Lalu Fatahillah yang  juga Caleg untuk daerah pemilihan Lombok Tengah. K24



Editor : Bara Elank