Global Geopark Rinjani Diusulkan jadi Cagar Biosfer UNESCO

Advertisement

Global Geopark Rinjani Diusulkan jadi Cagar Biosfer UNESCO

KATAKNEWS.com
Selasa, 10 Juli 2018


CAGAR BIOSFER. Gunung Baru Jari dan Danau Segara Anak di kawasan puncak Gunung Rinjani, Lombok, NTB. Setelah ditetapkan sebagai UGGN, tahun ini Rinjani juga diusulkan menjadi Cagar Biosfer Dunia di bawah jaringan UNESCO.(KATAKNEWS/Foto: thejakartapost)



MATARAM, KATAKNEWS.com - Setelah ditetapkan menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark Network (UGGN), kawasan Gunung Rinjani di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun ini juga diusulkan sebagai Biosphere Reserve atau Cagar Biosfer dunia oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

"Jadi tahun 2018 ini Rinjani bisa dapat dua predikat internasional dari UNESCO, selain UGGN juga sebagai cagar biosfer dunia," kata Assisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Setda Provinsi NTB, H Chairul Mahsul, Selasa (10/7) di Mataram.

Chairul Mahsul yang juga menjabat sebagai General Manager Geopark Rinjani menjelaskan, usulan cagar biosfer Rinjani akan diajukan pihak Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama Pemprov NTB dalam sidang The International Coordinating Council of The Man and The Biosphere Programme (ICC-MAB) ke-30 United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), di Palembang, Sumatera Selatan, pada 23-28 Juli 2018 mendatang.

Menurut Chairul, selain Rinjani, LIPI juga mengajukan Berbak Sembilang di wilayah Sumatera Selatan-Jambi, dan Betung Kerihun Danau Sentarum di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Baca Juga : Presiden Jokowi akan Buka Sail Moyo Tambora di Sumbawa

Cagar Biosfer adalah suatu kawasan yang terdiri dari ekosistem asli, ekosistem unik, dan atau ekosistem yang telah mengalami degradasi yang keseluruhan unsur alamnya dilindungi dan dilestarikan bagi kepentingan penelitian dan pendidikan.

Hingga saat ini, tercatat ada 699 cagar biosfer tersebar di 120 negara di dunia, 11 di antaranya berada di Indonesia.

"Ditambah tiga cagar biosfer baru yang diusulkan LIPI termasuk Rinjani, maka di Indonesia diharapkan akan ada 14 cagar biosfer dunia. Kami di NTB optimistis Rinjani bisa ditetapkan menjadi cagar biosfer UNESCO, karena Rinjani juga sudah ditetapkan menjadi Global Geopark jaringan UGGN," kata Chairul.

Kawasan Gunung Rinjani, di pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ditetapkan sebagai geopark dunia yang masuk dalam daftar UNESCO Global Geopark Network (UGGN) melalui sidang UNESCO Executive Board, pada Kamis 12 April 2018, di Paris, Perancis.

Menurut Chairul, penyerahan sertifikat fisik UGGN Rinjani akan dilakukan pada pertemuan International Conferencce Global Geopark, 8-14 September 2018 mendatang.

Penetapan UGGN Rinjani sebagai cagar biosfer dunia UNESCO diharapkan bisa lebih meningkatkan upaya konservasi dan pelestarian lingkungan di Rinjani.

“Dari sisi UGGN, Rinjani akan semakin terpromosikan dan dampaknya akan semakin banyak wisatawan yang datang. Sementara dengan penetapan  cagar biosfer maka sustainability konservasinya akan semakin baik lagi," katanya.

Ia memaparkan, pengelolaan cagar biosfer nantinya akan dilakukan berimbang antara konservasi, pengembangan komunitas, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan di dalam kawasan.

Chairul menambahkan, setelah tahun ini menerima dua predikat internasional dari UNESCO, Rinjani juga ditunjuk menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan Asia Pasific Geopark Network Symposium pada September 2019 tahun depan. Lebih dari 1.000 peserta dari berbagai negara akan menghadiri kegiatan dua tahunan ini.

"Kegiatan Asia Pasific Geopark Network Symposium akan dilakukan di Lombok pada September 2019 tahun depan. Untuk pra kegiatannya akan ada diskusi Asia Pasific Geopark Network yang akan digelar saat puncak Sail Moyo Tambora 2018, September tahun ini," katanya.
Gunung Rinjani merupakan gunung tertinggi kedua di Indonesia, setelah Kerinci. Dengan ketinggian puncak mencapai 3.672 Mdpl, gunung Rinjani memiliki keunikan karena terdapat danau Segara Anak di bekas kawah Rinjani.

Keanekaragaman hayati di kawasan Gunung Rinjani juga masih terjaga baik flora maupun faunanya, yang bisa dinikmati saat mendaki Gunung rinjani. Selain itu, anak gunung Rinjani di tepi danau Segara Anak, Gunung Baru Jari, juga merupakan gunung berapi aktif saat ini.

Saat ini Rinjani menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Lombok, NTB. Berdasarkan data Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) arus kunjungan pendakian ke Rinjani terus cukup tinggi dari tahun ke tahun.

Pada 2016 Balai TNGR mencatat sedikitnya 93.018 kunjungan terdiri dari 62.171 wisatawan domestik dan  30.847 wisatawan mancanegara.

Sementara tahun 2017 tercatat sebanyak 82.779 kunjungan terdiri dari 43.120 wisatawan domestik dan 39.659 wisatawan mancanegara. K18



Editor : Bara Elank