Dukung Global Qurban 2018, ACT akan Pusatkan Launching Kapal Qurban di Sumbawa

Advertisement

Dukung Global Qurban 2018, ACT akan Pusatkan Launching Kapal Qurban di Sumbawa

KATAKNEWS.com
Kamis, 19 Juli 2018


AKSI CEPAT TANGGAP. Jajaran ACT Cabang NTB saat menggelar keterangan pers dan launching program Global Qurban, Kamis (19/7) di kantor ACT NTB di Mataram.(KATAKNEWS/Bara Elank)



MATARAM, KATAKNEWS.com - Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan memusatkan seremoni launching Kapal Qurban di pelabuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, NTB, pertengahan Agustus mendatang.

Kapal tersebut akan digunakan untuk kegiatan pendistribusian ternak Qurban dari pulau Sumbawa menuju pulau Jawa, yang menjadi bagian dari program Global Qurban ACT tahun ini.

"Rencananya 12-15 Agustus, Kapal Qurban akan dilaunching sekaligus dilepas di Pelabuhan Badas, Sumbawa. Kita targetkan bisa membawa sekitar 500 ekor Sapi, menuju Jakarta dan Jawa," kata Branch Manager ACT Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Alfian, dalam launching program "Indonesia Berqurban, Bangsa dan Dunia Menikmati", Kamis (19/7) di Mataram.

Alfian menjelaskan, NTB dipilih sebagai lokasi launching sekaligus pelepasan perdana Kapal Qurban ACT, karena daerah ini merupakan daerah kantong ternak nasional.

NTB yang terkenal dengan julukan Bumi Sejuta Sapi selama ini merupakan penyuplai kebutuhan ternak Sapi untuk sejumlah Provinsi lain di Indonesia.

Menurutnya, Kapal Qurban yang membawa 500 ekor Sapi dari Sumbawa akan singgah di pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, untuk mendistribusikan hewan ternak di daerah-daerah sekitar.

Setelah itu Kapal akan bertolak ke pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta.

"Jadi konsepnya mendistribusikan ternak dari daerah kaya ternak ke daerah yang kekurangan ternak agar kebutuhan hewa Qurban mencukupi," katanya.

Selain Kapal Qurban, dalam program Global Qurban "Indonesia Berqurban, Bangsa dan Dunia Menikmati", ACT juga akan membangun Dapur Qurban di 15 Kota Besar di Indonesia.

Dapur Qurban itu akan mengatakan kegiatan makan bersama melibatkan masyarakat dan kaum dhuafa.

Kegiatan Global Qurban, papar Alfian, sudah dilakukan ACT sejak tahun 2012 lalu.

Pada tahun 2017, tercatat kegiatan ini menyasar sekitar 240 daerah Kota dan Kabupaten di 34 Provinsi se-Indonesia, serta 40 negara lainnya.

Sementara pada 2018 ini, tambah Alfian, ACT menargetkan bisa menyasar sekitar 260 Kota dan Kabupaten di 34 Provinsi di Indonesia, serta 65 negara.

"Sasaran kegiatan ini adalah kantong kemiskinan dan lokasi dengan permasalahan sosial di daerah di Indonesia. Sedangkan untuk luar negeri, kita menyasar negara-negara yang ada masalah kemanusiaan," katanya.

Ia mengatakan, saat ini ACT sudah memiliki perwakilan di 16 Kota Besar di Indonesia, dan penyebaran relawan sudah menyebar di semua Provinsi.

Tahun lalu, program Global Qurban ACT berhasil menyerap sebanyak 43.774 orang donatur.

Dari para donatur itu, ACT bisa mengumpulkan equivalens setara dengan 59 ribu ekor kambing.

"Dari tahun 2012, kegiatan ini sudah menyasar sekitar 6 juta penerima manfaat tersebar di Indonesia dan 40 negara lainnya," katanya.

Menurut Alfian, launching program Global Qurban dilakukan ACT serentak di pusat Jakarta dan 16 kantor perwakilan di 16 Kota Besar di Indonesia.

Diharapkan dengan launching ini lebih banyak pihak yang tertarik untuk turut menjadi donatur, khususnya dalam rangka Hari Raya Qurban tahun ini.

Sebab, paparnya, dari sisi syariat kewajiban Qurban ini merupakan hal utama sebagai Umat Muslim, untuk turut meringankan beban saudara-saudara yang masih dalam kesusahan. K18



Editor : Bara Elank