Buka Konferensi Ulama Internasional, TGB Tekankan Moderasi Islam mampu Jaga Keutuhan Bangsa

Advertisement

Buka Konferensi Ulama Internasional, TGB Tekankan Moderasi Islam mampu Jaga Keutuhan Bangsa

KATAKNEWS.com
Jumat, 27 Juli 2018

KATAKNEWS/Bara Elank

MODERASI ISLAM. Tuan Guru Bajang (TGB) berpose bersama mantan Rektor Al Azhar Ibrahim Al-Hud Hud dan sejumlah ulama Timur Tengah, Jumat (27/7) dalam Konferensi Ulama Internasional di Islamic Center NTB. 



MATARAM, KATAKNEWS.com - Ketua Umum Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar Mesir (OIAA) Cabang Indonesia, Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi, Jumat (27/7), resmi membuka Konferensi Ulama Internasional dengan tema “Moderasi Islam dalam Perspektif Ahlussunah Wal Jama’ah” di Islamic Center NTB di Mataram.

Konferensi yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh para Ulama Internasional dan tokoh-tokoh Islam dari 21 negara akan membahas konsep moderasi Islam dalam pandangan Ahlussunnah Wal Jama'ah.

Digelar pada 26-29 Juli 2018, konferensi ini merupakan kelanjutan dari konferensi yang digelar tahun sebelumnya yang juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

TGB mengatakan, moderasi Islam menghadirkan contoh-contoh kepada setiap umat manusia, moderasi Islam telah mampu menjadi tanah yang paling subur untuk nusantara.

“Salah satu buah moderasi Islam adalah proklamasi 17 Agustus 1945, dimana kita ingat sebagai hari lahirnya negara Indonesia yang merupakan hasil dari perjuangan semua rakyat Indonesia termasuk para Ulama,” ujar Gubernur NTB ini.

TGB mengatakan, ketika moderasi Islam diabaikan maka mulailah kegelisahan hadir diantara kita, contohnya seperti di Suriah dan Irak dimana konsep hilangnya moderasi Islam terjadi dan menyebabkan perpecahan di kalangan umat, karena ekstrimnya ajaran Islam yang salah, maka yang terjadi adalah sekarang peradaban yang sebelumnya kokoh itu hancur seketika karena kebencian.

“Kita harus perkuat persatuan dan  persaudaraan kita, jaga persatuan dan  persaudaraan kita. Salah satu yang mampu menjaga kita dari perpecahan adalah silaturahmi. Perbanyak silaturahmi. Kita harus ingat, bahwa memenuhi ruang publik dengan ujaran-ujaran kebencian yang berbasis pada sentimen primordial keagamaan itu pasti akan menghancurkan kita semua,” tambah TGB.

Selain menjadi teladan bagi masyarakat, TGB juga mengharapkan moderasi Islam dapat mengurangi pandangan ekstrim yang dapat berujung kepada aksi terorisme.

“angan kita biarkan orang-orang yang tidak memiliki ilmu yang kuat mengenai Islam, menyuarakan keislaman yang bisa memecah bangsa kita,” tutup TGB dalam pidato sambutannya.

Sementara itu, Mantan Rektor Universitas Al-Azhar Al-Syarif Mesir, Prof Dr Ibrahim Al-Hud Hud dalam kata sambutannya memperkenalkan konsep toleransi yang diterapkan di Al-Azhar.

Kurikulum atau Manhaj yang diterapkan di Al-Azhar menerapkan nilai-nilai yang saling menghargai perbedaan, menghargai keberagaman dan mengusung konsep moderasi Islam.

“Alumni Al-Azhar tidak akan pernah menjadikan ilmu agamanya berseberangan dan bertentangan dengan dunia dan akal sehat,” jelas Ibrahim Al-Hud Hud.

Mantan rektor Universitas Al-Azhar Al-Syarif itu juga menceritakan bahwa perbedaan pendapat dan toleransi sudah terjadi sejak zaman Rasulullah SAW dahulu, dan Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk bisa saling menghargai jika terjadi perbedaan pendapat dan tidak saling menyalahkan dan merasa paling benar. K18



Editor : Bara Elank