Berbagi Empati, Jajaran Bhayangkari NTB Kunjungi Korban Gempa Lombok

Advertisement

Berbagi Empati, Jajaran Bhayangkari NTB Kunjungi Korban Gempa Lombok

KATAKNEWS.com
Senin, 30 Juli 2018

KATAKNEWS.Istimewa

BERBAGI EMPATI. Ibu Peppy Arman bersama Ibu Ida Agus Salim berpose bersama wanita korban gempa dan balita, Senin (30/7) dalam kunjungan jajaran Bhayangkari NTB di pengungsian korban gempa di Bayan, Lombok Utara. 


LOMBOK UTARA, KATAKNEWS.com - Duka dan derita masih sangat terasa bagi para korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (30/7), atau sehari setelah gempa berkekuatan 6.4 SR mengguncang kawasan itu pada Minggu pagi (29/7).

Catatan BPBD NTB setidaknya 6.600 Keluarga terdampak langsung bencana gempa. Dua lokasi terparah adalah Kecamatan Bayan, Lombok Utara, dan Kecamatan Sambelia serta Sembalun, Lombok Timur.

Ribuan rumah penduduk rusak, mulai dari kerusakan ringan, sedang hingga berat. Belasan jiwa meninggal dunia, ratusan luka-luka, dan ribuan jiwa juga harus mengungsi ke tenda-tenda penampungan.

Selain karena rumah mereka rusak, rasa trauma akibat gempa yang terus disertai susulan-susulan, juga membuat mereka merasa lebih nyaman berada di penampungan.

Kaum wanita dan anak-anak korban gempa bumi menjadi perhatian khusus jajaran Bhayangkari Daerah NTB. Bagi mereka, kaum perempuan dan anak-anak ini paling rentan dan harus mendapat perhatian khusus.

Karena itulah, jajaran Bhayangkari Daerah NTB, melakukan kunjungan sekaligus menyalurkan bantuan kepada para wanita dan anak-anak korban gempa, Senin (30/7) di Kecamatan Bayan, Lombok Utara.

Nampak dalam rombongan Bhayangkari Daerah NTB, Ibu Ida Agus Salim, istri dari Irwasda Polda NTB, Kombes Pol Agus Salim, dan Ibu Peppy Arman, istri dari Dirlantas Polda NTB Kombes Pol Arman Achdiat.

"Kami turut berempati terutama pada korban gempa bumi ibu-ibu dan anak-anak. Dengan kunjungan ini kita bisa melihat langsung kondisi mereka dan memberikan suport moril juga bantuan agar mereka bisa lebih tabah menjalani masa-masa sulit ini," kata Ibu Peppy Arman, di sela kunjungan.

KATAKNEWS/Istimewa
BANTUAN BHAYANGKARI. Jajaran Bhayangkari Daerah NTB saat menyalurkan bantuan untuk pengungsi korban gempa bumi, Senin (30/7) di Bayan, Lombok Utara.

Ibu Peppy mengatakan, dengan melihat langsung ke lapangan jajaran Bhayangkari NTB bisa turut merasakan bagaimana berat beban kaum ibu dan anak-anak korban gempa.

Rasa trauma yang masih tersisa akibat gempa bumi memang masih dirasakan, terutama bagi anak-anak dan balita korban gempa. Dengan berbagi empati bersama para korban gempa ini, setidaknya para korban khususnya ibu-ibu dan anak-anak jadi lebih kuat dan tegar menjalani musibah ini.

"Yang kita lihat memang kondisi kerusakan parah dan memprihatinkan, kasihan juga ibu-ibu apalagi yang anaknya masih balita dan harus tinggal di pengungsian. Tapi kita harap para ibu disini bisa sabar dan tabah menghadapi musibah ini, dan kami dari Bhayangkari NTB juga akan berupaya terus untuk membantu semampu kami," jelas Ibu Peppy Arman.

Dengan naluri keibuannya, Ibu Peppy Arman secara spontan menggendong seorang anak balita yang ada di pengungsian itu. Begitu juga dengan Ibu Ida Agus Salim.

Dalam kunjungan itu, jajaran Bhayangkari NTB nampak menyempatkan diri berbincang dengan kaum ibu korban gempa bumi. Ada yang mendengarkan cerita mereka, membuat para korban gempa nampak sedikit lega karena ada tempat berbagi cerita.

Menurut Ibu Ida Agus Salim, kunjungan dan penyaluran bantuan Bhayangkari Daerah NTB tidak hanya saat ini saja. Namun akan diupayakan secara reguler ke depan.

"Kami akan membantu tidak hanya saat ini, Insyaallah kita akan terus memberikan bantuan sampai tahapan rehabilitasi. Tentu kita akan koordinasi dengan semua pihak terkait, mulai dari Pemda, BNPB, dan lainnya," ujar istri dari Irwasda Polda NTB ini.

Dalam kunjungan Senin (30/7) jajaran Bhayangkari Daerah NTB menyerahkan bantuan berupa bahan makanan, obat obatan, dan keperluan untuk balita.

Ke depan Bhayangkari NTB akan terus melakukan penghimpunan dana untuk bisa membantu para korban gempa, termasuk bantuan pendampingan untuk trauma healing jika dibutuhkan.

Sementara itu, salah seorang ibu korban gempa bumi, Inaq Saeni mengaku senang dan mengapreasiasi kunjungan jajaran Bhayangkari itu.

Menurutnya, sejak gempa bumi terjadi Minggu (29/7), jajaran kepolisian sudah aktif membantu para korban gempa. Dan saat ini kepedulian yang sama juga ditunjukan oleh jajaran Bhayangkari NTB.

"Ya kita senang. Bapak polisi sudah memperhatikan kami, dan ibu-ibunya juga peduli sama nasib kami," katanya. K18



Editor : Bara Elank