Balai TN Tambora Kembangkan Potensi Agrowisata di Lingkar Gunung Tambora

Advertisement

Balai TN Tambora Kembangkan Potensi Agrowisata di Lingkar Gunung Tambora

KATAKNEWS.com
Minggu, 01 Juli 2018


AGROWISATA TAMBORA. Kepala Balai TN Tambora, R Agus Budi Santosa bersama tim Balai, saat mengidentifikasi potensi agrowisata di Desa Oi Bura, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, NTB. (KATAKNEWS/Foto: Dok. R Agus Budi Santosa/Balai TN Tambora)



BIMA, KATAKNEWS.com - Balai Taman Nasional Gunung Tambora berupaya mengembangkan agrowisata berbasis masyarakat di sejumlah Desa di lingkar Gunung Tambora, pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selain untuk mendorong peningkatan potensi pariwisata di Tambora, agrowisata juga diharapkan memberikan nilai tambah bagi masyarakat, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam secara berkesinambungan.

"Kami mulai mengembangkan konsep agrowisata di beberapa Desa di lingkar Gunung Tambora, saat ini kita terus aktif turun ke desa-desa menggali potensi yang ada sekaligus berdiskusi edukatif dengan masyarakat setempat," kata Kepala Balai TN Tambora, Raden Agus Budi Santosa, Minggu (1/7).

Pada Sabtu dan Minggu ini, papar Agus, pihaknya sudah melaksanakan trip kunjungan ke beberapa desa potensial agrowisata.

Baca Juga : Tambora Targetkan Kunjungan 5 Ribu Wisatawan Tahun Ini

Dengan perjalanan bertajuk "My Weekend My Adventure", mantan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) ini berkunjungan ke desa sekitar Tambora, seperti Desa Oi Bura, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima.

Desa Oi Bura pasti dilewati pendaki Gunung Tambora yang masuk melalui jalur Desa Pancasila. Di Desa itu, tim Taman Nasional Gunung Tambora sempat berdiskusi dengan masyarakat, serta melakukan identifikasi potensi agrowisata di Desa setempat.

"Kami sempat juga diskusi dengan masyarakat di Desa Oi Bura. Di Desa ini potensi yang memungkinkan untuk dikembangkan cukup banyak seperti jeruk dan apel," kata Agus.

Bukan itu saja, di Desa bawah kaki Gunung Tambora ini, hamparan pohon Benuang Laki atau nama ilmiahnya Duabanga sp, juga berjajar alami di sekitar jalur pendakian Pancasila. Pohon berukuran raksasa ini bisa menjadi spot yang asyik untuk fotografi.

Menurut Agus, potensi-potensi tersebut nantinya akan menjadi cikal bakal pengembangan agrowisata berbasis masyarakat di lereng Gunung Tambora. Tim Balai TN Gunung Tambora juga mengembangkan potensi kopi dan madu bersama masyarakat di Desa Tambora dan Desa Kawindatoi.

Gunung Tambora secara adminitratif masuk ke dalam wilayah Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, di pulau Sumbawa, NTB.

Tambora menjadi salah satu destinasi wisata andalan NTB yang kini mulai populer, setelah beberapa kali event pariwisata "Festival Pesona Tambora" digelar di sana.

Pada April 2015, event "Tambora Menyapa Dunia" memperingati dua abad letusan dasyat Gunung Tambora, dihadiri dan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Agus mengakui, rangkaian event di tahun-tahun selanjutnya berdampak positif pada tingkat kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara yang tercatat meningkat ke Gunung Tambora.

Untuk mempermudah wisatawan yang berkunjung dan mendaki Gunung Tambora, Balai TN Tambora sudah menyiapkan tiga paket jalur pendakian Tambora.

Baca Juga : Tiga Paket Pendakian Gunung Tambora Yang Harus Dicoba

Agus menjelaskan, kawasan agrowisata yang dikembangkan di lingkar Gunung Tambora akan dipusatkan di lokasi-lokasi strategis yang terkoneksi dengan jalur-jalur pendakian Gunung Tambora itu.

Tujuannya agar wisatawan dan pengunjung yang mendaki Tambora bisa lebih menimati serunya perjalanan bertualang menunju puncak Tambora.

Dengan melakukan hal tersebut, TN Tambora bukan saja mampu menjaga kelestarian alam lingkungan di di wilayah kerja mereka, tetapi sekaligus mempromosikan potensi pariwisata yang ada.

"Dengan demikian kehadiran TN Tambora bisa membawa manfaat bagi pengembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," kata Agus. K18



Editor : Hanaku Lanank Pandu