KKP Dorong Indonesia Rajai Pasar Ikan Hias Dunia

Advertisement

KKP Dorong Indonesia Rajai Pasar Ikan Hias Dunia

Redaksi KATAKNEWS
Rabu, 06 Desember 2017

Menteri Susi Pudjiastuti saat menghadiri Nusatic 2017.
JAKARTA, KATAKNEWS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan berkomitmen turut mendukung dan mendorong Indonesia merajai pasar ikan hias dunia.

Komiten itu ditegaskan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, saat menghadiri dan menutup Pameran Ikan Hias Internasional, 2nd Indonesia Ornamental Fish & Aquatic Plant Show, Nusantara Aquatic (Nusatic) 2017, di ICE BSD Tangerang, Banten.

Indonesia sebagai  negara tropis dengan wilayah perairan yang luas memiliki potensi yang besar  terhadap keanekaragaman ikan hias endemik di tiap daerahnya.

Data pada 2016 menunjukkan bahwa Indonesia merupakan eksportir ikan hias nomor 5 di dunia yang mampu mengambil pasar hingga 7,13 persennya. Jumlah ini masih kalah dari Singapura yang merupakan eksportir utama di dunia yang  mencapai angka 12, 44 persen.

Menurut Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa, Kemenko Maritim, Agung Kuswandono, untuk mengekspor ikan, Indonesia harus melewati Singapura terlebih dahulu.

"Ini menyebabkan pamor Singapura lebih memuncak dari Indonesia dalam industri ikan hias," katanya.

Setelah melihat dan mempelajari industri ikan hias ini, Menteri Susi berpendapat bahwa Indonesia bisa lebih unggul dari Singapura. Hal ini terlihat pada tren nilai ekspor ikan hias dunia pada 10 tahun terakhir yaitu sejak 2007 hingga 2016.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.
Singapura mengalami tren negatif 4.47% per tahun. Sementara itu, Indonesia mengalami tren positif sebesar 15.17% per tahunnya.

"Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)  siap membantu. Apalagi, untuk memajukan industri ini, dibutuhkan kerja sama antar berbagai pihak khususnya di bidang  penanganan khusus," tegas Susi.

Penanganan khusus dimaksud, mulai dari penangkaran, pembudidayaan, perizinan, hingga transportasi agar ikan hias bisa diantar dalam keadaan hidup.

“Masa' negara yang lebih besar 100 kali  dari Singapura, pemasarannya harus bergantung dengan negara yang 100 kali lebih kecil dari kita. Untuk itu  kita bisa bekerja sama, KKP siap membantu apa saja yang diperlukan," ujarnya.

Menurutnya, KKP akan mengundang para pengusaha dalam business forum, membantu display, marketing hasil produksi, dan semua dukungan yang diperlukan untuk menjadikan Indonesia nomor satu di bisnis ikan hias itu.

Selain itu, untuk mendorong produktivitas perikanan di Indonesia baik itu ikan hias maupun ikan konsumsi, Menteri Susi mendorong tiap stakeholder untuk mulai melakukan  budidaya mengurangi ketergantungan suplai dari  alam.

Tak hanya ketergantungan terhadap suplai di alam, Menteri Susi menyayangkan  masih maraknya praktik penangkapan ikan dengan cara destructive atau merusak lingkungan. Hal ini justru semakin menggerus sumber daya perikanan Indonesia.

“Saya berharap Nusatic menjadi salah satu pendukung pemerintah untuk memperkenalkan sumber hayati laut yang berkelanjutan, terus banyak ikannya supaya kita bisa panen, industri bisa untung, nelayan juga bisa untung, jadi kalau pemerintah membuat aturan bukan untuk memberhentikan bisnis, tapi untuk memajukan bisnis itu untuk ke depannya,” kata Susi.

Sebagai informasi, rangkaian acara yang digelar selama tiga hari hingga Minggu (3/11) ini telah dihadiri sebanyak 3.061 orang pengunjung dan diharapkan hingga hari terakhir mampu mencapai terget pengunjung sebanyak 4 ribu orang.

Adapun dalam acara ini turut diselenggarakan pemberian penghargaan kepada pemenang kontes ikan hias pada  8 jenis ikan hias yang diperlombakan yakni ikan Koi, Koki, Louhan, Arwana, Betta, Discus, Guppy ,dan Killifish serta kontes aquascape terbaik. Dalam acara tersebut Menteri Susi  berkesempatan memilih pemenang untuk  kategori ikan Koi.

“Bagus-bagus semua, tapi harus memilih satu. Jadi saya pilih yang (warnanya) merah-putih karena mewakili Indonesia,” kata Susi. K18

Editor: Bara Elank