Kapal Illegal Berbendera Timor Leste Ditangkap di Perairan Kupang

Advertisement

Kapal Illegal Berbendera Timor Leste Ditangkap di Perairan Kupang

Redaksi KATAKNEWS
Rabu, 06 Desember 2017

Kapal Illegal. Ilustrasi
JAKARTA, KATAKNEWS.com - Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menangkap kapal perikanan asing (KIA) yang diduga pelaku illegal fishing. Kapal berbendera Timor Leste itu ditangkap oleh Kapal Pengawas (KP) Hiu Macan 03 di perairan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (29/11) lalu.

Kapal diduga melakukan penangkapan ikan secara ilegal di wilayah perairan Indonesia, dan saat ini masih diamankan di Pangkalan Stasiun PSDKP Kupang, NTT, sementara nahkoda dan awak kapal menjalanipenyidikan lebih lanjut.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, berdasar pemeriksaan kapal berukuran 598 Gross Tonnage (GT) dengan alat tangkap gillnet tersebut merupakan milik Fred Ho/Best Sea Foods (ET) Ld dari Timor Leste. Nahkoda kapal merupakan warga negara Tiongkok bernama Wong Zhi Yi.

"Pada saat pemeriksaan kapal, ditemukan 6 (enam) bendera negara berbeda yang diduga untuk melancarkan kegiatan illegal fishing di berbagai perairan dunia. Kapal ini ditangkap saat menangkap ikan di perairan Indonesia dengan menggunakan bendera Timor Leste dan Tiongkok. Tetapi saat penyidikan lebih dalam ternyata di dalam kapal terdapat 4 bendera lainnya," kata Menteri Susi, Rabu (5/12/2017) melalui rilis pers.

Enam bendera yang ditemukan dalam kapal antara lain bendera Timor Leste, Indonesia, Malaysia, Tiongkok, Filipina, dan Singapura. Padahal dalam aturan internasional double flagging atau multiple flag itu tidak dibenarkan.

Selain nahkoda, petugas juga mengamankan 21 orang awak kapal yang terdiri dari warga negara Tiongkok, 3 warga negara Myanmar, 3 warga negara Vietnam, dan 6 WNI.

Atas kejahatan illegal fishing tersebut, pemilik dan nahkoda kapal Fu Yuan Yu 831 terancam sanksi berdasarkan Pasal 92 dan Pasal 93 ayat 2 Undang-undang Perikanan RI.

Ia menyebutkan, berdasarkan data dan informasi Pusat Pengendalian (Pusdal) KKP dan rekaman Automatic Identification System (AIS), Fu Yuan Yu 831 diduga telah melakukan illegal fishing di wilayah Indoneesia sejak Agustus 2017.

Data Analisis AIS pergerakan kapal Fu Yuan Yu 831 menunjukkan bahwa kapal tersebut terdeteksi masuk dan beroperasi di WPP 573 sebanyak 19 kali.

“Kita menyita barang bukti kurang lebih 35 ton ikan tangkapan kapal Fu Yuan Yu 831, termasuk ikan Hiu Macan yang dilindungi,” tutur Menteri Susi.

Menurutnya, hasil tangkapan tersebut akan dilelang dalam waktu dekat. Oleh karena itu, KKP mengundang para pengusaha dan pembeli yang berminat untuk membeli ikan tersebut. K24

Editor: Bara Elank