Mensos Buka Review Validasi Data KPM PKH

Advertisement

Mensos Buka Review Validasi Data KPM PKH

KATAKNEWS.com
Kamis, 30 November 2017

Mensos Khofifah Indar Parawansa
SURABAYA, KATAKNEWS.com - Mensos RI Khofifah Indar Parawansa membuka review validasi data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (29/11/2017).

Dalam arahannya, Mensos Khofifah mengungkapkan, berdasarkan data di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) risiko korban bencana alam menjadi jatuh miskin bisa mencapai 80 persen. Untuk itu Kemensos menyiapkan PKH Akses mulai April 2017, yaitu PKH yang disiapkan untuk mereka yang terdampak bencana alam.

"Ini merupakan  hasil pembahasan program perlindungan sosial secara internasional bagaimana melakukan pemulihan sosial ekonomi masyarakat  akibat   risiko bencana. Akhirnya kita adaptasi dalam PKH Akses sejak April 2017. Pemerintah Daerah dapat mengusulkan warga yang terdampak, kemudian divalidasi agar masuk dalam penerima  program  perlindungan  Sosial," jelas Khofifah.

Untuk itu, lanjut Khofifah, jajaran tim Bencana Alam Kemensos menyisir korban bencana yang 'Jamila' atau Jadi Miskin Lagi akibat terdampak bencana alam agar mereka bisa mendapatkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH).

"Harapannya dengan bantuan sosial PKH mereka  dapat bangkit kembali dan  terangkat dari kemiskinan," katanya.

Masih terkait dengan upaya pengentasan kemiskinan, Mensos Khofifah juga melakukan penandatanganan kerjasama antara Kementerian Sosial dengan Universitas Airlangga tentang Penelitian, Pengabdian, dan Pemberdayaan Masyarakat.

Penandatangan kesepakatan kerja sama secara langsung ditandatangani oleh Mensos dan Rektor Unair Prof. Dr. Nasih. Keduanya berharap kerjasama ini akan mendorong percepatan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat di desa, hususnya desa binaan Unair tempat kuliah kerja nyata mahasiswa.

"Program ini merupakan perwujudan nawacita butir tiga dari sembilan butir program prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.  Bunyi butir ketiga itu adalah membangun Indonesia dari pinggiran," terang Khofifah.

Upaya pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggiran dan membangun Indonesia dari desa adalah memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial, serta meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia.

Secara keseluruhan sejak tahun 2015, Kementerian Sosial telah menggandeng 22 perguruan tinggi di seluruh Indonesia sebagai mitra dalam pengembangan Desa Sejahtera Mandiri DSM). Unair merupakan univeritas ke-22.

"Pemerintah menargetkan dapat mengembangkan 5.000 desa tertinggal dan 2.000 desa mandiri selama 2015--2019. Sementara Kementerian Sosial sendiri menyasar pengembangan 120 desa dengan sebutan Desa Sejahtera Mandiri," kata Mensos Khofifah. K4

Editor: Bara Elank