Lombok Hijab Run Tawarkan Uniknya Budaya Sejumlah Etnik Di Kota Tua Ampenan

Advertisement

Lombok Hijab Run Tawarkan Uniknya Budaya Sejumlah Etnik Di Kota Tua Ampenan

Panca Nugraha
Selasa, 28 November 2017

Jumpa Pers pembukaan pendaftaran Lombok Hijab Run 2017.
MATARAM, KATAKNEWS.com - Lombok Hijab Run 2017, akan digelar di kawasan Kota Tua Ampenan, Kota Mataram, 10 Desember mendatang. Pendaftaran peserta mulai dibuka Selasa (28/11) hingga 6 Desember 2017.

Mengusung tema Run De Ethnic, event sport tourism ini menawarkan keunikan budaya sejumlah etnis yang ada di Kota Tua Ampenan, seperti etnis Sasak Lombok, Banjar, Bugis, Arab, dan Tionghoa.

"Tema yang diangkat adalah Run De Ethnic, jadi dalam Hijab Run sejauh 3 Km di kawasan Kota Tua Ampenan ini, ada enam spot yang menampilkan atraksi seni budaya dari etnik yang ada di Kota Tua Ampenan yang bisa dinikmati para peserta," kata Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata NTB, Hartati, Selasa (28/11), dalam launching pendaftaran dan website Lombok Hijab Run 2017, di Mataram.

Pendaftaran NTB Hijab Run bisa dilakukan langsung di Kantor Dinas Pariwisata NTB atau di Lombok Epicentrum Mall (LEM) Mataram, dan juga bisa secara online di situs www.lombokhijabrun.com, mulai 28 November hingga 6 Desember mendatang dan tidak dipungut biaya sama sekali.

Hartati menjelaskan, Lombok Hijab Run akan menjadi event tahunan pariwisata NTB, untuk mempromosikan sejumlah destinasi wisata di Lombok dan Sumbawa, serta mempromosikan NTB secara umum sebagai destinasi wisata dengan branding Wisata Halal atau Mosleem Friendly.

"Tahun ini sebagai tahun pertama, kita promosikan potensi Kota Tua Ampenan di Kota Mataram. Tapi tahun tahun mendatang akan dilakukan di destinasi lain di Lombok atau Sumbawa,"katanya.

Kota Tua Ampenan terletak di kawasan pesisir barat Kota Mataram merupakan kawasan bersejarah di NTB yang masih terjaga kesan unik dan ketuaan konsep bangunannya.

Selain pantai yang indah, di dalam kawasan bekas pelabuhan utama pulau Lombok ini, terdapat sejumlah permukiman penduduk yang berasal dari beragam etnis dan agama berbeda, yang masih mempertahankan bentuk bangunan dan seni kebudayaan masing-masing.

Misalnya saja etnis Banjar, Bugis, Sasak, dan Arab yang beragama Muslim, serta etnis Tionghoa yang beragama Konghucu, Budha dan Kristen, juga suku Bali yang beragama Hindu. Namun bisa hidup damai berdampingan dengan akulturasi budaya yang erat.

"Di spot yang disiapkan di tiap pemukiman nanti ada performance budaya yang disajikan. Misalnya ada Barongsai, Hadrah, Tarian Arab, Gendang Beleq Sasak, dan juga kuliner Banjar," kata Hartati.

Project Officer Jawara Consultant, sebagai pelaksana kegiatan, Andri Prasetyo menjelaskan, Lombok Hijab Run akan melintasi rute 3Km menyusuri sekitar empat Kelurahan di Kecamatan Ampenan.

Para peserta juga akan dibekali trash bag yang akan digunakan untuk memungut sampah yang dijumpai di sepanjang rute lintasan.

"Jadi selain berolahraga sambil rekreasi mengenal budaya di Kota Tua Ampenan, para peserta juga aktif ikut bersih-bersih. Ini dilakukan untuk mendorong sadar wisata bagi masyarakat,"katanya.

Lombok Hijab Run menurut Andri akan melibatkan peserta hingga 5000 orang dari masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, santri Pondok Pesantren dan kelompok organisasi wanita.

Dalam event ini juga akan digelar aksi sosial berupa pengumpulan buku bacaan baik bekas maupun baru.

"Jadi ini event sport tourism yang lebih soft. Ada olahraga ada kegiatan sosial juga," katanya.

Dinas Pariwisata NTB menyediakan beragam doorprize menarik dalam event ini termasuk beberapa unit sepeda motor.

So, para hijaber yang tertantang, yuk segera daftar di situs resmi Lombok Hijab Run 2017, klik aja www.lombokhijabrun.com. K18

Editor: Bara Elank