Pasca Panen Raya, Petani Bawang Putih Kesulitan Benih

Advertisement

Pasca Panen Raya, Petani Bawang Putih Kesulitan Benih

Panca Nugraha
Kamis, 05 Oktober 2017

LOMBOK TIMUR - Petani bawang putih di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur kesulitan benih untuk memenuhi target tanam yang ditetapkan pemerintah seluas 1.750 hektare, untuk akhir tahun ini. Panen raya Juni lalu, hanya mampu menyisakan 350 ton benih, yang ditaksir hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan tanam 500 hektare.

Petani bawang putih.(ilustrasi)
"Kita kesulitan benih untuk musim tanam selanjutnya. Pemerintah menargetkan 1.750 hektare untuk musim tanam akhir tahun ini, tapi sampai hari ini benih yang tersedia hanya 350 ton. Itu hanya cukup paling banyak untuk 500 hektare saja," kata Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur, Zaini, Kamis (5/10) di Sembalun, Lombok Timur.

Pada awal Maret 2017, pemerintah mencanangkan program swasembada bawang putih dengan mendorong perluasan tanam bawang putih 60 ribu hektare secara nasional.

Dalam seremoni pencanangan yang dilakukan di Lombok Timur, saat itu Kecamatan Sembalun di Lombok Timur juga turut ditetapkan sebagai salah satu sentra produksi bawang putih nasional. Perluasan lahan tanam di kawasan ini diperkirakan bisa mencapai 10 ribu hektare hingga tiga tahun ke depan.

Zaini menjelaskan, sebelum program percepatan swasembada bawang putih itu, luas tanam bawang putih di Sembalun hanya berkisar 200-400 hektare dari total potensi 4.700 hektare.

Namun luas tanam itu meningkat menjadi 1.400 hektare saat musim tanam Maret 2017, bersamaan dengan pencanangan program percepatan. Hal itu terjadi karena semangat Kementerian Pertanian bersama Kementerian PDT dan sinergi BUMN untuk mendorong kembali kejayaan Sembalun sebagai sentra bawang putih. Seluruh benih dan saprodi dibantu pemerintah.

"Dari program itu, petani kita bisa panen raya pada Juni dan Juli lalu. Tapi, hanya sekitar 30 persen dari hasil panen yang terserap untuk benih selanjutnya, sementara lebih banyak terjual untuk konsumsi," kata Zaini.

Ia menjelaskan, untuk musim tanam November-Desember tahun ini, pemerintah menargetkan luas tanam di Sembalun 1.750 hektare. Jika diasumsikan 1 hektare membutuhkan 1 ton benih, maka benih yang dibutuhkan mencapai 1.750 ton.

"Sementara PT Pertani yang ditunjuk sebagai penyedia benih, sampai hari ini hanya bisa menyediakan 350 ton," katanya.

Untuk mensiasati itu, papar Zaini, Dinas Pertanian akan mencoba mengurangi jatah benih menjadi 700 Kg, untuk setiap satu hektare lahan. Harapannya, agar luas lahan tanam bisa mencapai 500-700 hektare.

"Tapi itu juga tidak bisa mencapai target yang ditetapkan," katanya.

Keluhan kekurangan benih bawang putih itu disampaikan Dinas Pertanian Lombok Timur bersama sejumlah kelompok tani bawang putih Sembalun, Kamis (5/10), saat menerima kunjungan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan RI, Pending Dadih Permana, yang datang bersama jajarannya di Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur NTB.(R-21)